Showing posts with label Asia. Show all posts
Showing posts with label Asia. Show all posts

Filipina dari Pendudukan Spanyol Sampai Rezim Marcos

Sejarah Filipina dari Pendudukan Spanyol Sampai Rezim Marcos - Wilayah Filipina terletak di asia tenggara yang terdiri atas 7.107 pulau besar maupun kecil. Namun sedikit pulau yang sudah dihuni. Dua pulau besar yaitu luzon di sebelah utar dan mindanao di sebelah selatan. 

Sebenarnya pulau-pulau ini adalah bagian dari pegunungan vulkanik yang sebagian puncaknya berada di bawah permukaan laut. Gunung Apo setinggi 2.954 M di pulau Mindanao adalah puncak tertinggi di negara ini. Filipina menempati wilayah tropis dengan iklim yang panas dan lembap sepanjang tahun. 

Satu tahun rata-rata mencapai 27derajat celcius, sedangkan curah hujan tahun rata-rata 2.030 MM. Luas wilayah Filipina mencakup 300.000 km2. kawasan ini pertama kali ditemukan oleh seorang spanyol bernama Ferdinand Magelan yang berlabuh di pulau Homonhon di tenggara Samar pada tanggal 16 Maret tahun 1521.

1) Budaya filipina 
2) Sejarah kamboja
3) Filipina lagu kebangsaan  
4) Sejarah singkat berdirinya negara filipina 
5) Sejarah kemerdekaan filipina 
6) Profil negara filipina lengkap
7) Hari kemerdekaan filipina

Penduduk filipina terdiri atas lebih dari 100 kelompok etnik yang beragam bahasa dan dialek. Bahasa resmi negara filipina adalah (Tagalog). Sementara bahasa Inggris digunakan secara luas dalam komunikasi bisnis dan pemerintahan.{1}

Lebih dari 80% penduduk filipina beragama katolik Roma. Dan agama Katolik Roma menjadi agama mayoritas di Filipina. Di Filipina juga tersebar agama Islam, jumlah orang Islam di filipina 9% dari seluruh penduduk yang berjumlah sekitar 50 juta jiwa.

Masyarakat Muslin ini terdiri dari berbagai kelompok etnolonguistik seperti Maranao, Maguindanao, Tausug, Samal, Yakan, Jamamapun, Badjo, Kalibugan, Kalagan, dan Sangil. Secara bersama-sama orang muslim di Filipina itu disebut Moro (berkulit hitam).

Sebagian orang-orang Moro adalah nelayan dan petani. Namun ada juga orang-orang islam yang bekerja di sektor pemerintahan sebagai guru, administratur, personil angkatan bersenjata,pegawai kantor dan adapula yang menjadi Gubernur. 

Orang Muslim yang berpendidikan sekular mudah menyatu dengan negara filipina, sedangkan yang berpendidikan agama menghendaki negara sendiri.kebijakan pemerintah untuk membangun Mindanao menimbulkan kecurigaan orang islam di pulau itu. 

Karena itu mereka lalu memdirikan MNLF (Moro National Liberation Front) sebab mereka merasa dieksploitasi secara ekonomi. Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, seperti otonomi khusus, kesejahteraan kaum muslim dan pelaksanaan hukum keluarga bagi kaum Muslim, lambat laun mengubah kehidupan di filipina selatan menuju perbaikan. 

Berembusnya demokrasi di Filipina juga memunculkan sikap positif terhadap penduduk Muslim, sehingga terjadi simbiosis yang mutualistis.

Secara geografis filipina terletak pada bagian api pasifik (pasific's Ring Of Fire) yang merupakan bagian pailing aktif pada kerak bumi.{2}

A. Spanyol di Filipina
Bangsa Spanyol mulai mengausai Filipina semenjak Ferdinand Magelan menemukan pulau Filipina pada tahun 1521. Yang mana bangsa Spanyol melanggar perjanjian Saragosa dan mulai melakukan ekspansi ke daerah indo-cina pada tahun 1564. 

Setelah itu bangsa Spanyol memperluas kekuasaannya ke pulau-pulau di filipina seperti Luzon, Mindanao, dan Visayas. Bangsa Spanyol memberi nama negeri ini dengan Filipina sebagai penghormatan atas Raja Spanyol yaitu Raja Philip II yang berkuasa pada masa itu.

Pada tahun 1571 Spanyol berhasil menguasai daerah Manila sebagai pusat ibukota negara Filipina. Dengan penguasaan ibukota ini, Filipina menjadi daerah jajahan Spanyol secara paksa. Ada 3 hal yang diinginkan oleh Spanyol dengan menguasai filipina yaitu:

1. Ingin ikut serta dalam perdagangan rempah-rempah
2. Untuk mengadakan hubungan dengan Cina dan Jepang
3. Untuk menyebarkan agama kristen

Sasaran utama untuk memajukan Filipina yaitu membebaskan sebebas mungkin orang cina dalam perdagangan di Manila dan sekaligus untuk menyaingi Belanda dalam kongsi dagangnya yang dikenal dengan VOC sebagai surga perdagangan rempah-rempah.

Untuk memperkuat perdagangannya, bangsa Spanyol menyerang Maluku karena Maluku adalah pusat rempah-rempah Belanda(VOC) tapi serangan itu gagal dan menyebabkan ekonomi perdagangan Spanyol memburuk atau menurun.

Untuk memulihkan kembali ekonominya, bangsa Spanyol menerapkan sistem Monopoli yang mana orang-orang Pribumi Filipina wajib menjual hasil pertaniannya kepada pihak Spanyol dan dibayar dengan surat hutang. Bangsa Spanyol juga menerapkan sistem kerja paksa terhadap semua orang Pribumi Filipina kecuali Pejabat dan anak laki-laki pertama dalam sebuah keluarga.

Karena letak Filipina yang strategis yaitu diantara asia dan dunia baru Amerika, Filipina tumbuh menjadi jalur penghubung perdagangan dan transportasi kedua kawasan itu.

B. Perang Spanyol dengan Amerika
Perang Amerika dengan Spanyol terjadi pada tanggal 25 April – 12 Agustus 1898 bertempat di Kuba, Puerto Riko, Filipina dan Guam. Perang ini terjadi karena Amerika Serikat melakukan campur tangan atas isu politik luar negeri di Koloni Spanyol.

Isu politik di Kuba berkembang menjadi konflik global setelah armada Amerika berusaha mengusir Spanyol dari koloninya di Karibia dan Pasifik Selatan. Kemudian Amerika Serikat mendirikan pemerintahan sementara di Kuba dan mengambil kendali atas koloni Spanyol di Puerto Riko, Guam dan Filipina melalui Traktat Paris 10 Desember 1898.

 Bagi Spanyol, konflik ini disebut sebagai "Bencana" yang melemahkan Pemerintahan Restorasi. Sehingga kekuasaaan Spanyol berakhir di Filipina dan kemudian Filipina diambil alih oleh Amerika.

C. Perang Filipina dengan Amerika
Perang Filipina dengan Amerika terjadi karena perjuangan politik Filipina yang menentang kedudukan Amerika atas Filipina. Perang Filipina dengan Amerika adalah konflik militer antara Republik Filipina pertama dengan Amerika serikat yang terjadi pada tahun 1899- tahun 1902.

Setelah pendudukan Jepang selama perang dunia II, Filipina menjadi negara merdeka pada tahun 1946. Dan kemudian dimulailah diktator Filipina oleh Ferdinand Marcos.{3}

Ferdinand Marcos
Ferdinand Edralin Marcoslahir pada tanggal 11 September 1917di Sarrat,ilocos Norte,Filipina .ia adalah Presiden ke sepuluh Filipina. Ia menjabat dari tanggal 30 Desember 1965-25 february 1986. Sebelum ia menjabat sebagai Presiden ia dulunya adalah seorang pengacara. Ia pernah masuk penjara karena dituduh melakukan pembunuhan lawan politik ayahnya pada tahun 1939.

Ia juga turut berperang melawan Jepang dalam perang dunia II dan memperoleh penghargaan atas jasa-jasanya selama perang.

Ferdinand marcos adalah presiden Filipina pertama yang terpilih untuk menjabat selama dua periode. Anggota keluarga Marcos banyak yang diberi jabatan penting dan menguntungkan di pemerintahan.
Ia juga mengganti sebuah konstitusi, ketika Marcos menjabat sebagai presiden filipina. Berdasarkan konstitusi 1973, beberapa lembaga yang memegang peranan dalam struktur pemerintahan negara yaitu :

1. Presiden
2. Kabinet atau dewan menteri
3. Majelis national
4. Mahkamah agung

Banyak produk politik Marcos dalam menjalankan kekuasaannya yang bertentangan dengan konstitusi. Pada tahun 1972 Marcos mendirikan rezim otoriter yang memperbolrhkannya tetap berkuasa di filipina sampai rezim tersebut dihapuskan pada tahun 1981.dengan menggunakan hukum darurat militer sebagai alat untuk menekan oposisi.

Ferdinand marcos kemudian dilantik kembali pada tahun yang sama untuk menjabat dalam waktu 6 tahun. Dan dalam waktu itu juga diwarnai dengan,

1. Pengaturan politik yang tidak baik
2. Masalah kesehatan yang buruk
3. Serta pelanggaran HAM oleh pihak militer
4. Korrupsi yang merajalela dalam sistem pemerintahan

Dan pada waktu itu terjadilah kasus pembunuhan pemimpin oposisi Benigno Aquino Jr yang terjadi pada tahun 1983. Hal ini mulai memicu ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Marcos, sejarah Filipina mulai pendudukan Spanyol.

Pada tahun 1986 Marcos terpilih untuk keempat kalinya dalam sebuah pemilu yang diduga banyak diwarnai kecurangan. Ferdinand Marcos akhirnya diturunkan dari jabatannya sebagai Presiden dalam Revolusi EDSA pada tahun yang sama.Revolusi EDSA adalah sebuah revolusi yang damai di bawah pimpinan Corazon Aquino yang mana Corazon Aquino adalah janda dari Benigno Aquino.

Bendera Filipina (Foto: Reuters)

Ferdinand marcos bersama istrinya Imelda marcos melarikan diri ke Hawaii. Disana ia dituduh menggelapkan uang pinjaman dari luar negeri untuk kepentingannya dan kroni-kroninya terutama pinjaman dari Amerika Serikat yang merupakan sekutu terdekat Filipina.

Ferdinand Marcos meninggal dunia pada tahun 1989 di Honolulu, Hawaii akibat penyakit ginjal, Jantung, dan paru-paru dan ia dimakamkan di Hawaii.{4}

DAFTAR PUSTAKA

Ensiklopedia Geografi Dunia untuk pelajar dan umum asia timur dan afrika, penerbit: PT lentera Abadi, Jakarta.

Widyasusanto, Sejarah Filipina,Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, 1982

id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Filipina 

www.wikipedia.Ferdinand Marcos.co.id

Peradaban Lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho)

Peradaban Lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho) - Cina kuno mempunyai peradaban yang cukup dikenal dunia yaitu peradaban yang berada di lembah sungai hwang ho. Peradaban di lembah tersebut terkenal maju diberbagai bidang mulai dari tata kota, sistem pertanian, teknologi dan lain sebagainya. Di bidang filsafat dan kebudayaan juga memiliki peradaban yang cukup maju. Seperti apakah sebenarnya peradaban di cina kuno tersebut?

Letak geografis peradaban lembah sungai kuning, secara garis besar, letak geografis Cina dibagi menjadi 3 bagian. Sungai Kuning terletak di daerah pegunungan Tibet. Mengapa diberi nama sungai Kuning? Sejarah tertua di Cina dimulai dari muara Sungai Kuning (Hwang-Ho, sekarang bernama Huang-He). 

1) Peradaban lembah sungai kuning hwang-ho 
2) Peradaban lembah sungai kuning (cina kuno) 
3) Peradaban lembah sungai kuning (china) 
4) Peradaban lembah sungai kuning atau huang ho 
5) Peradaban lembah sungai kuning ppt 
6) Peradaban lembah sungai kuning (hwang ho) bidang pemerintahan 
7) Peradaban lembah sungai kuning pdf 
8) Masyarakat lembah sungai kuning (221 sm)

1. Tata Kota
Unsur-unsur tertua peradapan bangsa Cina kuno terdapat di Lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho) sekitar abad 300 SM. Sungai Kuning berhulu di pegunungan Kwen Lun di Tibet dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Sungai yang sangat panjang ini membawa lumpur kuning yang sangat subur.

Daerah-daerah yang dilalui aliran Sungai ini memilikki tanah pertanian yang cukup luas, daerah ini di diami oleh bangsa Cina Kuno. Bangsa-bangsa kelana ( nomaden ) seperti bangsa Syung-Nu, Tibet, dan Mongol selalu berusaha menyerbu daerah-daerah subur dilembah sungai kuning, sehingga sering kali terjadi peperangan.

Untuk menghindari penyerbuan bangsa Kelana, dibangunlah sebuah tembok besar (The Great Wall Of Cina) yang panjangnya mencapai 3.000 Km dengan tinggi rata-rata mencapai 16 m. Bangunan kolosal ini dirintis pada masa pemerintahan Dinasti Chin ( 221-206 SM ) penyelesaiannya dilakukan pada masa pemerintahan Raja-Raja Dinasti Ming (1368-1644 M).

Dengan adanya tembok besar Cina ini, pusat pemerintahan dan pemukiman bangsa Cina kuno dikelilingi tembok raksasa tersebut.Pusat pemerintahan dan rumah-rumah penduduk telah dibangun secara teratur dengan menggunakan batu bata. jalan-jalan raya juga di bangun untuk mempelancar hubungan antar daerah. 

2. Sistem Pertanian
Kesuburan daerah lembah sungai kuning ini menyebabkan sebagian besar penduduknya hidup dari pertanian. Sejak tahun 3.000 SM bangsa Cina Kuno telah mengenal sistem pertanian.

3. Teknologi
Sekitar tahun 3.000 SM bangsa Cina Kuno telah memiliki pengetahuan teknologi yang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari sisa peninggalan yang ditemukan didaerah Lembah Sungai kuning seperti Tembok Raksasa, alat-alat rumah tangga, kuil, dan sebagainya.

4. Aksara
Bahasa Cina disetiap wilayah berbeda-beda hal ini menyulitkan hubungan komunikasi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Tulisan mereka terdiri dari huruf Pectograf, yaitu huruf yang merupakan gambar dan setiap gambar merupakan satu kata. Pada permulaan abad ke-20 dikembangkan pemakaian bahasa persatuan, yaitu bahasa Kuo-Yu.

5. Sistem Pemerintahan
Berdasarkan peninggalan-peninggalan peradaban purbakala, kerajaan Cina tertua berada dibawah penguasa Dinasti Hsia yang kemudian diganti oleh Dinasti Yin antara 1700-1500 SM. Kedua Dinasti ini tidak meninggalkan benda-benda tertulis, oleh sebab itu zaman pemerintahan kedua Dinasti ini dianggap sebagai zaman prasejarah bangsa Cina.

Dinasti ketiga adalah Dinasti Chuo yang memerintah antara 1050-221 SM. Dinasti ini dianggap sebagai peletak dasar sistem feodalisme Cina. Dinegeri feodal ini,raja Tiongkok berkedudukan dipusat ibukota dengan gelar Shi Huang Ti ( raja besar ). Disetiap daerah dikuasai oleh raja-raja bawahan. Pada tahun 221 SM Dinasti Chou dijatuhkan oleh Dinasti Chin. Raja yang terkenal dari dinasti ini adalah Chieng. Setelah ia meninggal pada tahun 202 SM, kerajaannya terpecah belah yang kemudian dipersatukan kembali oleh dinasti Han.

Dinasti Han mulai memerintah dari tahun 202 SM sampai 221 M. Dinasti ini didirikan oleh seorang raja yang bernama Kau-Cu. Raja terbesar dari Dinasti Han adalah Han Wu Ti ( 140-87 SM ). Setelah Han Wu Ti meninggal, kerajaannya terus mengalami kemunduran, dan akhirnya terpecah belah menjadi daerah-daerah kecil yang diperintah oleh para panglima-panglima daerah. Dinasti yang kemudian mengganti Dinasti Han adalah Dinasti Sui ( 589-618 M ). Raja yang terkenal dari Dinasti Sui adalah Sui Yang Ti ( 589-605 M ). Dinasti ini akhirnya mengalami kehancuran karena sering terjadi perebutan kekuasaan.

Pada tahun 618 M muncul Dinasti baru yaitu Dinasti Tang ( 618-906 M ). Raja yang terkenal dari Dinasti Tang adalah Tang-Tai-Tsung yang berkuasa pada tahun 672-649 M. Setelah ia meninggal dinasti Tang digantikan dengan Dinasti Sung. Dinasti Sung ini terpecah menjadi dua bagian yaitu Sung Utara ( 960-1127 M ) dan Sung Selatan ( 1127-1279 M ) yang beribu kota di Nan-King.

Dinasti Sung mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan raja Sung Jen-Tsung (1023-1063 M), Dinasti Sung mengalami kehancuran karena terus menerus diserbu oleh bangsa Syung-Nu dan bangsa Mongolia.

Pada tahun 1260 bangsa Mongolia mendirikan Dinasti Mongol di Cina dengan kaisar yang terkenal Khubilai Khan ( 1260-1294 M). Setelah bangsa Cina berhasil mengusir bangsa Mongol, berdirilah Dinasti Ming ( 1398-1644 M ). Rajanya yang terkenal bernama Yung Lo. Pada masa pemeritahannya ia menginginkan kembalinya kebudayaan Cina kedasar yang asli. Selain itu ia juga berusaha meningkatkan hubungan perdagangan dengan bangsa lain. Untuk kepentingan perdagangan ini, Yung Lo mengutus Cheng Ho mengunjungi negara-negara yang ada di Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, termasuk Indonesia pada tahun 1408-1412.

Pada tahun 1614 kekuasaan beralih ketangan Dinasti Mantsyu ( Mancuria ) yang memerintah hingga tahun 1912. Kekuasaan Mantsyu ini berakhir karena terjadinya pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh kaum revolusioner dibawah pimpinan Dr. Sun Yat Sen.

6. Filsafat
Sejak zaman Cina Kuno, bangsa Cina telah memilikki sejumlah ahli sastra, filsafat, dan politik yang sampai saat ini masih dikenal dunia. Ahli-ahli tersebut adalah :

a. Lao-Tse ( 604-531 M )
Ia terkenal dengan ajarannya yang disebut Taoisme. Ajaran Tao ini ditemukan dalam bukunya yang berjudul Tao-Teking. Ajaran Tao ini mengemukakan bahwa, agar dunia ini aman dan tertib maka setiap orang harus menjalankan Wu-Wei ( tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan pekerjaaannya ). Dengan demikan dunia ini akan tetap tertib ( Tao ).

b. Kung Fu –Tse ( 551-479 SM )
Kung Fu-Tse oleh bangsa Eropa dikenal dengan Confusius. Ia lahir pada tahun 551 SM dan meninggal pada tahun 479 SM. Ajarannya berdasarkan Tao seperti yang diajarkan oleh Lao-Tse dengan tambahan bahwa ketertiban ( Tao ) dapat dicapai apabila perbuatan manusia disertai dengan Te atau kebajikan ( susila ) jika kebajikan itu dijalankan maka akan tercapai Li atau teraturnya susunan pemeritahan, tata negara, dan agama. 

Seandainya Te tidak ada maka bangsa di negara akan kacau. Menurut masyarakat Tiongkok yang pada saat itu sering terjadi kekacauan karena tidak seorang pun yang menjalankan Te. Oleh karena itu Kung Fu-Tse menghimbau agar setiap orang kembali menjalankan Te, sehingga dengan sendirinya Li atau susunan masyarakat kembali normal.

c. Men-Tse ( 327-289 SM)
Men-Tse oleh bangsa barat dikenal dengan nama Mencius. Ia adalah seorang penganut ajaran Confusius. Ada sedikit perbedaan ajarannya dengan ajaran Kung Fu-Tse. Confusius mengutamakan ajarannya pada kalangan bangsawan istana karena ia beranggapan bhwa suatu masyarakat akan tertib apabila pimpinannya terlebih dahulu menjalankan Te, sedangkan Men-Tse lebih menitik beratkan ajarannya kepada kalangan rakyat jelata. Ia berpendapat yang lebih utama dalam suatu masyarakat atau negara adalah rakyatnya. Oleh karena itu ia dianggap sebagai peletak dasar ajaran demokrasi bagi masyarakat Cina.

7. Kepercayaan
Kepercayaan masyarakat Cina Kuno bersifat Polytheis. Mereka percaya dan menyembah berbagai dewa diantaranya :

a. Dewa Pa ( dewa penguasa musim kemarau )
b. Dewa Le-Shi ( dewa angin topan berbentuk naga besar )
c. Dewa Tai-Shan ( dewa empat serangkai yang bertahta dibukit suci )
d. Dewa Ho-Po ( dewa sungai Hwang-Ho yang berbadan manusia sambil mengendarai dua ekor naga ). Setiap tahun diadakan upacara untuk menyenangkan dewa Ho-Po agar tidak terjadi banjir. Dalam upacara itu dipersembahkan seorang gadis cantik dengan melemparkannya kedalam Sungai Hwang-Ho.
e. Dewa Ho-Tien atau raja langit. Bangsa Cina menurut mitologinya keturunan dari Ho-Tien. 

Daftar Pustaka:

Thamiend, Nico. 2000. Sejarah 1 untuk kelas 1 SMU. Jakarta: Yudistira

Purnmo, Himawan Setiyo. 2010. Sejarah Kelas X. Karang anyer: Cipta Pustaka

Sejarah Perang Soviet - Afghanistan

Sejarah Singkat Perang Soviet dan Afghanistan - Sejarah perang ini dimulai ketika Revolusi Saur yang menjatuhkan Raja Muhammad Zahir Syah yang berkuasa dari tahun 1933-1973. Ponakannya Perdana Menteri Muhammad Daud Syah pun menghilangkan monarki Kerajaan Afghanistan dan menjadikannya republik. Partai Demokrasi Rakyat Afghanistan, partai komunis di negara itu mengkudeta PM Muhammad Daud Syah dan membunuh semua keluarganya! 

Partai Demokrasi Rakyat Afghanistan pun mendirikan Republik Demokratik Afghanistan dengan presidennya, Muhammad Taraki. Tapi, partai terpecah menjadi 2 faksi, faksi Khalq yang dipimpin Muhammad Taraki dan Hafizullah Amin dan faksi Parcham yang dipimpin Babrak Kamal. Makanya, pas awal pemerintahan Republik Demokratik Afghanistan banyak sekali pembunuhan terhadap anggota faksi Parcham.Pada 1978, para anggota mujahidin mulai melakukan pemberontakan di wilayah Nuristan, Afghanistan Timur. 

Perdana Menteri Hafizullah Amin yang mengkudeta Presiden Muhammad Taraki jadi pusing 7 keliling deh akibat mengurusi 2 hal, pemberontakan faksi Parcham dan pemberontakan Mujahidin. Akhirnya, Republik Demokratik Afghanistan meminta tolong ke Uni Soviet dan pada 24 Desember 1979, pasukan Uni Soviet menyerbu Afghanistan. Mujahidin pun minta tolong ke CIA yang merupakan organisasi mata-mata Amerika Serikat. 

1) Video perang afghanistan 
2) Keajaiban perang afghanistan 
3) Latar belakang perang afganistan 
4) Perang afghanistan 1979 
5) Berita terbaru perang afghanistan 
6) Perang uni soviet vs jerman 
7) Perang soviet jepang 
8) Perang afghanistan 2015

Presiden AS kala itu, Jimmy Carter menyatakan akan mendukung lawan dari rezim komunis manapun di dunia ini. Uni Soviet pun berang dan hubungan AS-US* memanas. Dan pada 1980, banyak negara Isalm seperti Arab Saudi dan negara anti-komunis seperti Inggris mendukung mujahidin dan terbentuklah geng Republik Demokratik Afghanistan vs geng Mujahidin.

Perang ini memiliki dampak yang sangat besar, dan merupakan salah satu faktor leburnya Uni Soviet pada tahun 1991. Perang Soviet-Afghanistan merupakan bagian dari Perang Dingin, dan Perang Saudara Afghanistan

Keikutsertaan militer Rusia di Afganistan memiliki sejarah yang panjang, berawal pada ekspansi Tsar pada "Permainan Besar" antara Rusia dengan Britania Raya, dimulai pada abad ke-19 dengan kejadian seperti insiden Panjdeh - Perang Soviet dan Afghanistan. Ketertarikan akan daerah ini berlanjut saat era Soviet di Rusia, dengan adanya miliaran uang bantuan ekonomi dan militer untuk Afganistan pda tahun 1955 sampai 1978.
 
Pada Februari 1979, revolusi Islam Iran telah mengusir shah yang didukung oleh Amerika Serikat di Iran. Di Uni Soviet, tetangga Afganistan yang terletak di sebelah utara Afganistan, lebih dari 20% populasinya adalah Muslim. Banyak Muslim Soviet di Asia Tengah mempunyai hubungan yang baik terhadap Iran maupun Afganistan. 

Uni Soviet juga telah terpojok oleh fakta bahwa sejak Februari, Amerika Serikat telah menurunkan 20 kapal, termasuk 2 pesawat pengangkut dan ancaman konstan peperangan dari Amerika Serikat dan Iran. Maret 1979 juga ditandai Amerika Serikat yang mencanangkan perjanjian perdamaian antara Israel dan Mesir. 

Pemimpin Uni Soviet melihat perjanjian damai antara Israel dan Mesir sebagai langkah peningkatan kekuatan Amerika Serikat di daerah tersebut. Faktanya, sebuah koran Soviet menyatakan bahwa Mesir dan Israel sekarang adalah sekutu dari Pentagon. Uni Soviet melihat perjanjian tidak hanya perjanjian tertulis di antara dua negara tapi juga persetujuan militer. Selain itu, Uni Soviet menemukan bahwa Amerika Serikat menjual lebih dari 5.000 peluru kendali ke Arab Saudi dan juga membantu atas kesuksesan pertahanan Yemen melawan Faksi Komunis. 

Republik Rakyat Tiongkok juga menjual RPG Tipe 69 kepada Mujahidin dalam kooperasi dengan CIA. Kemudian, hubungan erat Uni Soviet dengan Irak mengasam, karena Irak, pada Juni 1978, mulai membeli senjata yang dibuat Perancis dan Italia, dan bukan senjata buatan Uni Soviet. Namun, bantuan barat membantu pemberontakan melawan Soviet dilakukan. Beberapa partai memberikan bantuan mereka untuk membantu Mujahidin dalam alasan untuk menghancurkan pengaruh Uni Soviet.

Reaksi Dunia - Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter menyatakan bahwa serbuan Uni Soviet adalah "ancaman paling serius sejak Perang Dunia II." Carter nantinya mengembargo pengiriman bahan keperluan seperti butir padi dan teknologi tinggi untuk Uni Soviet dari Amerika Serikat. Meningkatnya ketegangan, seperti kegelisahan di barat tentang pasukan Uni Soviet yang banyak sekali jumlahnya yang dekat dengan daerah yang kaya minyak di teluk, dan berhasil mengakhiri détente.

Perang ini belum juga berakhir hingga sekarang tetapi - Sejarah Perang Soviet Afghanistan, perang bagian I sudah berakhir ketika pasukan Uni Soviet mundur dari negara Afghanistan pada tanggal 15 Februari 1989. Respon diplomatik internasional sangat hebat, dengan adanya Boikot Olimpiade Musim Panas tahun 1980 di Moskwa. 

Invasi, dengan kejadian yang lain, seperti revolusi di Iran dan sandera Amerika Serikat yang mengikutinya, Perang Iran-Irak, Israel menyerang Lebanon, meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan India, dan berkembangnya teroris anti Barat di Timur Tengah, turut menyebabkan Timur Tengah menjadi daerah yang paling kacau dan bergolak selama tahun 1980.

Daftar pustaka

http://anggiafganistan.wordpress.com/sejarah-perang-afghanistan/

http://warofweekly.blogspot.com/2011/05/perang-soviet-afghanistan-2.html

http://faizarhawar.blogspot.com/2010/05/perang-soviet-afghanistan.html

Sejarah Revolusi Buruh Dunia di Jerman

Sejarah Revolusi Buruh Dunia di Jerman (1918-1923) - Sebelum Perang Dunia I, Partai Sosial Demokrat (SPD) di Jerman merupakan partai sosialis terbesar di dunia. Anggotanya mencapai satu juta orang, dengan 90 koran harian, serikat buruh, koperasi, klub olahraga, organisasi-organisasi pemuda, dan ratusan pengurus penuh waktu. Dalam programnya SPD menyatakan diri sebagai "Marxis Revolusioner". Namun pada tahun 1914, Perang Dunia I meletus. SPD, seperti kebanyakan partai sosialis, mencampakkan prinsip-prinsip internasionalisnya dan terseret kelas penguasanya sendiri, ikut-ikutan mendukung perang imperialis. Kelas buruh tersapu gelombang nasionalisme. 

Perang kelas kalah oleh demonstrasi-demonstrasi patriotis, pendaftaran militer secara massal, dan seruan-seruan "persatuan nasional".Kaum Revolusioner sejati di SPD yang dipimpin oleh Rosa Luxemburg, bersama-sama menentang perang. Namun tidak seperti Lenin di usia, Luxemburg tidak pecah dengan kaum sosial demokrat dan mencoba membangun suatu organisasi revolusioner. Terlepas dari kegagalannya, SPD memiliki dukungan hampir dari semua buruh yang terpolitisir. 

Bagi Luxemburg, pecah dengan SPD berarti akan membuat jumlah kaum revolusioner merosot drastis. Ia memandang peran revolusioner adalah untuk membuat argumen-argumen politis daripada untuk mengorganisir buruh-buruh yang paling militan dan paling berkesadaran kelas ke dalam organisasi yang dapat memimpin suatu perjuangan melawan kaum nasionalis dan reformis dalam gerakan buruh. 

Tak lama kemudian, konsensus pro-perang mulai retak. Akhir 1915 pecah demonstrasi-demonstrasi menuntut perdamaian di Berlin. Sayangnya di saat opini kelas buruh mulai berbalik menentang perang, tidak ada organisasi yang bisa menjadi poros perhatian. Baru pada tahun 1916 Luxemburg akhirnya membentuk faksi revolusioner dalam SPD, Liga Spartakis.Revolusi Rusia pada Oktober 1917 memberikan daya penggerak politis bagi kaum buruh dan prajurit Jerman. 

Kaum Bolshevik mulai menjatuhkan buletin-buletin ke prajurit Jerman di Front Timur. Januari 1918, Liga Spartakis telah menyerukan pemogokan massa untuk menuntut perdamaian. 28 Januari, 400.000 buruh mogok kerja di Berlin. September 1918 upaya militer Jerman mulai tergoyahkan. Para perwira mulai mengeluh bahwa anggota-anggotanya "terjangkiti propaganda kiri anti perang." Bentrokan meletus saat para prajurit angkatan laut diperintahkan mengeksekusi Angkatan Laut Inggris. Mereka membangkang. 

Dalam dua hari, buruh-buruh dan prara prajurit mengambil kendali dan menguasai Kiel serta dalam seminggu, Monarki Jerman runtuh. Di seluruh Jerman, dewan-dewan buruh dan prajurit menggantikan otoritas-otoritas sebelumnya.Berlin adalah kota terakhir yang jatuh. SPD susah payah berusaha mengelakkan penggulingan terhadap monarki. Akhirnya Karl Liebknecht, pemimpin Spartakis, yang mengeluarkan seruan untuk pemogokan massa. Pagi berikutnya, para buruh dan prajurit membanjiri Berlin pusat. Slogan-slogan Spartakis digaungkan pula oleh ratusan ribu massa. 

Rezim lama yang sudah tidak mampu mengendalikan situasi akhirnya menyerahkan pemerintahan pada pemimpin sosial demokrat, Ebert. Namun berhadapan dengan angkara massa buruh diluar Reichstag, dia terpaksa mendeklarasikan "Republik Jerman". Dia mengambil kesempatan pada waktunya.Tidak lama kemudian, semua angkatan negara lama, dengan dorongan SPD, mulai merebut kembali kendali. Pemerintah menggelar pemilu parlemen yang mana kekuasaannya berhadap-hadapan dengan dewan-dewan buruh.

Hari-Hari Spartakis
Dalam bara panas perjuangan melawan kontra-revolusi, Partai Komunis Jerman akhirnya terbentuk. Awalnya hanya memiliki beberapa ribu anggota, namun partai ini, yang tidak punya sejarah dan sedikit hubungan riil dengan kelas buruh, yang harus berupaya dan memimpin kaum buruh sepanjang periode intens perjuangan kelas buruh di sejarah Jerman. Meskipun demikian dalam minggu pertama 1919, tumbuhnya kekuatan kaum kiri jauh di atas jalanan tampak tak terbendung. Sedangkan pemerintahan SPD memecat pimpinan polisi yang dipilih oleh dewan buruh dengan harapan bisa memancing pemberontakan prematur.Suatu pemogokan massa mulai dilancarkan. 

Kaum buruh merebut stasiun-stasiun kereta dan 250.000 buruh bergerak ke pusat Berlin. Namun angkatan-angkatan revolusioner berada dalam kondisi semrawut dan terbukti tidak mampu menghentikan suatu percobaan perebutan kekuasaan yang prematur dan tidak terorganisir. Dalam beberapa hari Frei Korps, suatu pasukan kontra-revolusioner, telah memasuki Berlin. 

Insureksi yang gagal memberikan kesempatan pada kaum kanan untuk mengisolasi kaum revolusioner dan menjalankan ofensif.Luxemburg saat itu menentang semua seruan insureksi namun kini tak ada jalan lain selain bertempur. Namun sama halnya saat Spartakis tidak memiliki disiplin, jumlah, dan organisasi yang diperlukan untuk mencegah pemberontakan prematur, mereka juga tidak memiliki kapasitas untuk memimpin massa 

Berlin yang tak terorganisir untuk mundur. Terror putih berkobar tanpa ampun. Pers memberitakan dinding-dinding yang berlumuran darah dan otak buruh yang mati ditembak. 15 Januari, Luxemburg dan Liebknecht, para pimpinan kiri revolusioner yang paling memiliki keahlian ditangkap dan dibunuh.Akhir Januari 1919, rezim lama telah merebut kembali kontrol atas seksi-seksi militer, menstabilisasikan pemerintahan, dan menorehkan kerusakan serius pada kiri revolusioner. Hal ini memberi mereka kesempatan untuk menggelar pemilu Majelis Nasional, yang kemudian dimenangkan SPD. 

Juli 1917, Kaum Bolshevik di Rusia menghadapi dilema yang sama. Kaum buruh Petrograd menuntut insureksi namun hanya ada sedikit kemungkinan bahwa suatu pemerintahan buruh bisa bertahan, saat terisolasi dari seluruh penjuru Rusia - Revolusi Buruh Dunia di Jerman. Namun kaum Bolshevik memiliki otoritas di antara kaum buruh paling militan yang sudah dimatangkan sejak perlawanan 1905, serta juga memiliki basis massa di kelas buruh yang memungkinkan mereka mengoordinir gerakan mundur yang penuh disiplin. 

Karena Lenin telah membangun suatu partai yang mampu bergerak secara terpadu dan memiliki lapisan luas kaum revolusioner yang berpengalaman, kelas buruh dan kaum Bolshevik bangkit dari Hari-Hari Juli dengan menanggung serangan bertubi-tubi namun tetap utuh. Sedangkan Partai Komunis Jerman yang kecil, yang tidak punya keunggulan-keunggulan demikian, tidak mampu mengendalikan berbagai peristiwa yang terjadi.Dalam beberapa bulan berikutnya, Frei Korps menghancurkan dewan-dewan buruh di Ruhr, Jerman Pusat, dan Bavaria.Akhirnya barisan Frei Korps yang menyerbu seluruh penjuru Jerman dan menggilas dewan-dewan buruh membuat mereka kehilangan dukungan dari kaum buruh.

Kudeta Kapp
13 Maret 1920, pasukan dengan persenjataan berat yang dipimpin oleh Jenderal Kapp bergerak menuju Berlin dan menyatakan penggulingan pemerintah. Jenderal-jenderal sayap kanan sudah merasa bahwa pemerintahan SPD tidak berguna lagi. Di mata mereka, kegunaan kaum sosial demokrat—untuk mengelakkan revolusi komunis - sudah selesai dijalankan. 

Meskipun beberapa pimpinan SPD dengan seketika melarikan diri dari Berlin, beberapa diantaranya tetap tinggal, dan menyerukan pemogokan massa melawan kudeta. Pemogokan massa menjalar bagaikan belukar kering tersulut di musim panas dan membakar seluru sabana, dan seluruh penjuru Jerman mogok. Namun kudeta tentu saja tidak bisa dikalahkan oleh sekedar aksi pemogokan "damai" belaka. Mulai dari Ruhr, Tentara Merah mulai terbentuk. Di seluruh Jerman, buruh bersenjata mengambil kendali, menutup pers sayap kanan yang mensponsori kudeta, dan memerangi unit-unit pasukan reaksioner yang mendukung Kapp. 

Dihadapkan dengan kesatuan serbuan simultan oleh hampir seluruh kelas buruh Jerman, Kapp akhirnya kabur melarikan diri.Buruh-buruh berada dalam posisi dimana mereka mampu menghancurkan semua sisa rezim lama. Namun sekali lagi, para pimpinan SPD membuktikan bahwa mereka lebih takut terhadap kaum kiri daripada kaum kanan. Alih-alih menghancurkan kekuasaan kaum Jenderal mereka malah menghimpun upaya untuk menggulung gerakan pemogokan dan menggilas Tentara Merah. Namun pemerintah berhadapan dengan satu permasalahan. 

Semua pernyataan yang mereka buat yang mendesak kaum buruh untuk percaya pada loyalitas militer telah terbukti tidak berdasar. Selanjutnya puluhan ribu pendukung SPD yang bersama-sama kaum Komunis berjuang melawan Kapp, malah diajari untuk mencaci-maki. Namun kaum buruh yang bangkit dari ofensif masif melawan kaum kanan ini tidak mendapatkan capaian jelas sama sekali. 

Meskipun KPD melancarkan serangan-serangan verbal sengit terhadap pemerintahan, mereka tidak paham bagaimana menyikapi krisis ini. Para pimpinannya di Jerman malah menentang seruan untuk mempersenjatai buruh demi melawan kudeta. Selain takut atas bahaya terulangnya pembantaian Januari 1919, mereka juga kekurangan hubungan organis dengan kelas buruh yang bisa memberikan tanda bahwa sekarang waktunya massa buruh untuk bertempur.

Aksi Maret
Awal 1921, KPD telah memiliki keanggotaan sekitar setengah juta. Dengan ini akhirnya terdapat suatu partai revolusioner yang besar di jerman dengan anggota-anggotanya yang disuntik oleh kepercayaan diri baru yang sadar bahwa buruh bisa merebut kekuasaan negara. Dalam kesempatan-kesempatan awal mereka menyerukan suatu pemogokan massa dan mendorong buruh untuk mempersenjatai diri. 

"Mereka yang tidak bersama kami berarti melawan kami" kata koran Komunis, Rote Fahne (bahasa Jerman untuk bendera merah) –namun massa buruh yang non-komunis tidak merespon. Hal ini membuat KPD frustasi. Beberapa buruh komunis merebut dan menduduki pabrik-pabrik dan pelabuhan. Buruh-buruh yang non-komunis yang tidak mengikuti panggilan mogok dicap sebagai Scabs (buruh tidak terampil yang sering digunakan majikan untuk menggantikan buruh asli saat ada pemogokan). 

Akibatnya hal ini mengasingkan buruh komunis dengan massa yang berbulan-bulan sebelumnya sama-sama bertempur bahu-membahu. Pemerintah akhirnya mendapat senjata berupa "bukti" bahwa kaum komunis merupakan pengacau dan ini digunakan untuk meluncurkan ofensif kontra-revolusi. Ratusan militan komunis dipenjara dan korannya diberangus. Keanggotaan KPD turun dengan tajam.Suatu organisasi revolusioner massa baru saja melakukan kesalahan-kesalahan fatal dan kesalahan penilaian sama ketika ia masih kecil seperti bertahun-tahun sebelumnya. 

Meskipun mereka sekarang memiliki basis massa, KPD tidak memiliki kohesi yang hanya muncul dari bertahun-tahun perjuangan bersama melawan negara dan melawan reformisme. Militan-militan KPD tidak berpengalaman dan para pimpinannya tidak meyakinkan—kadang mereka bersikap terlalu defensif kadang mereka malah maju bertempur tanpa partisipasi kelas buruh. 

Nasehat dari Rusia yang didasari kurangnya informasi diikuti dengan membabi buta karena para pimpinan KPD akan mendengarkan siapapun yang memiliki otoritas dan wibawa yang tidak dimilikinya. Sadar akan kegagalannya dalam Kudeta Kapp, KPD bertekad tidak akan tertinggal di belakang kaum buruh. Akhirnya mereka malah membuat kesalahan fatal lagi dan hampir menghancurkan dirinya sendiri.

1923 – Krisis Sosial Demokrasi
Tahun 1923 suatu krisis yang menyebabkan inflasi menerpa Jerman. Akhir musim panas, harga-harga berlipat ganda tiap dua jam. Frustasi dan ingin menghindari kelaparan kaum buruh terpaksa melancarkan aksi industrial. Sebaliknya, sayap kanan juga melancakan ofensif baik terhadap buruh maupun pasukan Prancis yang menduduki Ruhr. Dihadapan kekecewaan yang semakin tinggi terhadap SPD, kaum komunis membuktikan kemampuan mereka sebagai pejuang terbaik untuk reforma dan kenaikan upah yang sangat dibutuhkan. 

Serangan-serangan paramiliter dari kaum kanan juga berarti bahwa ada peluang-peluang untuk suatu kesatuan aksi dengan kaum buruh non-komunis. Ini kemudian muncul tidak hanya dalam bentuk aksi industrial namun juga pembentukan "Ratusan Proletar"—laskar-laskar buruh bersenjata untuk memerangi kaum fasis. Jumlah keanggotaan KPD tumbuh sekali lagi mencapai 200.000 orang dengan pengaruh yang tidak sekedar berlaku di keanggotaan saja. Dari Mei ke Juli suatu gelombang pemogokan massa mendorong pemerintah resmi untuk menulis: "Suatu semangan revolusioner dan aktivisme tengah bangkit di antara massa yang dulunya tenang dan diam…hanya perlu suatu rangsangan kecil untuk meledakkan semuanya."Selama berbulan-bulan KPD gagal menyadari perubahan semangat tersebut. 

Atusan ribu buruh sosial demokrat kini memandang KPD sebagai pimpinannya. Namun KPD belum bergerak, sampai kaum buruh percetakan mengobarkan pemogokan, barulah para pimpinan KPD menyadari skala penuh perubahan yang terjadi. Buruh-buruh percetakan yang bertanggungjawab dalam mencetak aliran uang yang dibutuhkan untuk mengejar inflasi yang terus meroket. Saat kerja cetak itu berhenti maka seluruh ekonomi terancam ambruk. 

Menjelang Oktober, revolusi sudah menjelang. Jutaan buruh jelas-jelas mendukung kaum Komunis, ribuan "Ratusan Proletar' siap untuk membentuk basis Tentara Merah. Rencana-rencana pemogokan massa sudah dirumuskan dimana melalui itu insureksi bisa diluncurkan. Sayangnya di menit-menit terakhir, KPD berubah pikiran dan membatalkan insureksi. Meskipun KPD sudah berukuran besar namun mereka tidak mampu mengambil langkah pamungkas untuk memimpin perjuangan merebut kekuasaan. Para pimpinannya terpaku ketakutan dan khawatir akan mengulangi kesalahan-kesalahan Aksi Maret.Partai Bolshevik sebelumnya juga sempat mengalami kebimbangan dalam hal insureksi. 

Namun mereka berhasil memecahkan permasalahan tersebut karena partai Bolshevik dibangun melalui perjuangan kaum buruh Rusia selama lebih dari 12 tahun dan para pimpinannya memiliki kepercayaan diri dan penilaian untuk memahami kapan mereka punya dukungan dari kelas buruh - Sejarah Revolusi Buruh Dunia di Jerman. KPD sudah berupaya untuk membangun suatu partai revolusioner di tengah panas bara pertempuran, yang artinya mereka belum cukup tergembleng dan terbajakan untuk mengambil peran kepemimpinan yang menentukan. 

Banyaknya kesalahan fatal yang dibuatnya selama periode revolusioner di Jerman pada akhirnya bisa dilacak balik pada fakta tersebut.Seorang revolusioner Prancis, St. Just, mengatakan bahwa "mereka yang setengah-setengah dalam menjalankan revolusi hanya akan menggali kuburnya sendiri." Tak berapa lama setelah kaum Komunis membatalkan insureksi 1923, kekuasaan kaum borjuis akhirnya kembali ditegakkan. Tahun 1933 Hitler meraih kekuasaan, dan mengibarkan simbol swastika yang pertama kali ditunjukkan oleh Frei Korps pada 1919. 

Revolusi Rusia, yang terisolasi, akhirnya takluk pada kontra-revolusi Stalinis. Kapitalisme dunia dengan semua barbarismenya bertahan hidup. Kaum sosialis hari ini, perlu memetik pelajaran-pelajaran penting dari revolusi Jerman untuk agar paham tugas-tugas yang harus diemban dalam situasi serupa yang kemungkinan muncul kembali di masa depan.

Referensi
Bab IV dari pamflet "Workers Revolutions of The 20th Century – A Socialist Alternative Pamphlet. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dipublikasikan ulang melalui Bumi Rakyat, bumirakyat.wordpress.com.

Sejarah Singkat Rusia tahun 1613-1725

Sejarah Singkat Rusia tahun 1613-1725 - Daerah asal bangsa Rusia tidak pasti, tetapi secara umum ada Kesepakatan bahwa bangsa pertama yang masuk ke Rusia datang dari Barat. Mereka terus bergerak ke arah utara hingga mencapai Rusia Eropa dan terus bergerak ke timur melalui pegunungan Ural sampai ke dataran rendah yang sangat luas yang terbentang dari Laut Baltik dan Laut Hitam hingga samudra Pasifik berada di bawah kekuasaannya.

Pergerakan bangsa Rusia memasuki Siberia terjadi pada abad pertengahan. Petualangan, perniagaan, kondisi penindasan kehidupan di Eropa, dan sering kali disebabkan oleh keinginan menghindar sejauh mungkin dari jangkauan hukum memacu mereka untuk bergerak ke Timur. Selain itu karena mereka sangat ingin berburu binatang berbulu halus yang istilahnya "Golden Flees". Hal ini menjadi penyebab dan pemicu ekspansi Amerika dan Rusia.

Dorongan Rusia untuk berekspansi itu menuju batas-batas alamiah yang berupa gunung-gunung, padang-padang pasir, dan laut-laut yang melingkari dataran Eurasia di bagian Selatan dan dibatasi oleh sungai-sungai besar yang alirannya menuju sejajar dengan perbatasan ini.

1) Sejarah rusia menyerang jepang 
2) Sejarah rusia kuno 
3) Sejarah uni soviet 
4) Uni soviet 
5) Berita terbaru rusia 
6) Sistem pemerintahan rusia 
7) Sejarah bahasa rusia

Mula-mula Ekspansi Rusia ke Timur hanya melibatkan pemerintah pusat, karena pemerintah yang bertindak sebagai pedagang kulit binatang berbulu halus (fur). Tetapi baik pemerintah pusat maupun penduduk lokal tidak dapat dikatakan sudah berinisiatif untuk bergerak ke Timur.

Dengan menggunakan ujung tombak orang-orang senacam Yermak Timofeevich, penakluk kota Tartar dari Siberia danwilayah Tobolsk pada awal tahun 1580, petualang-petualang Rusia menembus wilayah Timur bahkan lebih jauh. Menjelang tahun 1649 mereka mencapai pesisir Pasifik di pantai Okhotsk. Keganasan iklim Siberia menantang beberapa orang untuk mencari rute lebih ke Selatan. Tetapi perlawanan sengit dari sebagaian suku-suku bangsa asia memacu mereka untuk maju teruske Timur.

Pada tahun 1628, di usia 10 tahun Peter I atau yang lebih dikenal sebagai Peter Agung menjadi Tsar Rusia bersama saudara tirinya Ivan V. Sedangkan saudara tirinya yang lain, Shopia Alekseyevna memerintah sebagai wali. Pada tahun 1689, Peter mengambil alih kekuasaan secara menyeluruh karena Ivan dianggap lamban dan ini membuat Peter frustasi. Pada awal pemerintahannya, Rusia adalah negara yang terbelakang dibanding negara-negara Eropa Barat. Ambisi Peter adalah menjadikan Rusia sebagai sebuah kekuatan besar di Eropa.

Rusia memiliki wilayah yang luas dan berpotensi menjadi makmur. Para penjelajah Rusia telah mendesak sampai ke timur, ke Siberia. Pertambangan di pegunungan Ural telah dibuka dan menghasilkan berbagai sumber daya alam baru. Peter ingin mengalihkan pandangan Rusia dari Timur ke Barat, Termasuk mengurangi kekuasaan para Boyar (Bangsawan). Para Boyar merupakan kelas penguasa Rusia yang diwariskan turun-temurun sejak abad ke-10, dan mereka ingin memelihara tradisi itu serta memperkuat kepentingannya sendiri.

Peter sadar bahwa Rusia akan tetap terkucilkan jika tidak bisa memperoleh jalur ke Barat. Tetapi jalur Barat yang melalui Laut Baltik dikuasai oleh Swedia, dan jika melalui Laut Hitam dikuasai oleh Ottoman. Namun Rusia tidak memiliki peabuhan, kecuali Archangelsk di ujung Utara yang membeku pada musim dingin. Untuk memperoleh pelabuhan laut hangat, Peter bergerak menaklukkan wilayah pantai. 

Ia merebut Azov di laut hitam dari tangan orang-orang Ottoman (Namun kemudian darah tersebut terlepas). Pada tahun 1700, Peter menyerang Swedia dan berhasil mengalahkan Charles XII di Poltava, Ukraina. Dalam perjanjian damai yang mereka buat, Peter memperoleh Estonia dan Livonia. Kemenangan ini memberikan pijakan yang diperlukan Peter di pantai Baltik.

Peter memusatkan pemerintahan Gereja Ortodoks agar berada di bawah kekuasaan negara. Ia juga mengubah peranan kaum bangsawan dan menuntut mereka agar mengabdi kepadanya. Pada tahun 1697, Peter memulai perjalanan selama 18 bulan ke Eropa Barat, khususnya Belanda dan Inggris, untuk mempelajari cara pandang dan keterampilan di Barat. 

Ketika Peter Agung mengunjungi Inggris, Tidak banyak yang tahu bahwa Ia adalah Tsar Rusia. Ketika bepergian Ia juga menyamar sebagai warga biasa dan mengunjungi pabrik, rumah sakit, tempat perawatan orang miskin dan museum. Untuk mempelajari seni membuat kapal, Peter juga bekerja sebagai tukang kayu di berbagai galangan kapal di Eropa. Ia lalu menyewa ratusan pengrajin dan teknisi untuk mengajarkan keterampilan mereka kepada bangsa Rusia.

Ketika kembali ke Rusia, Peter menciptakan layanan baru bagi masyarakat berdasarkan model Eropa. Ia mendorong penghuni istana untuk berpakaian dan bersikap seperti orang Barat - Sejarah Rusia. Ia juga mendirikan pabrik., terusan, jalan, dan membangun industri baru. Ia memperbaiki tentaranya dan membangun angkatan laut, serta mendirikan St. Peterburgs sebagai ibu kota baru.

Peter sangat berantusias, Ia juga dapat bersikap keras dan kejam. Dibawah pimpinannya, para petani dan budak Rusia tetap hidup dalam kemiskinan. Banyak di antara mereka mati kelaparan ditengah musim dingin yang panjang. Perilaku inilah yang menyebabkan Ia kehilangan dukungan. Peter wafat pada Tahun 1725. Walaupun demikian, Peter telah memulai proses yang di kemudian hari akan menjadikan Rusia sebagai salah satu negara adidaya di dunia modern.

DAFTAR PUSTAKA
2009. Ensiklopedia Sejarah dan Budaya, Sejarah Dunia 3. Jakarta : Lentera Abadi.

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/04/ekspansi_rusia_ke_timur.pdf

Sejarah dan Pengaruh Penjajahan Inggris di Malaysia

Artikel ini akan berisi tentang pembahasan mengenai sejarah penjajahan inggris di malaysia serta pengaruh inggris terhadap kehidupan agama islam dan kristen di malaysia. Malaysia adalah sebuah negara federasi yang terdiri dari tiga belas negara bagian dan tiga wilayah persekutuan di Asia Tenggara dengan laus 329.847 km persegi, ibu kotanya adalah Kuala Lumpur, sedangkan Putrajaya menjadi pusat pemerintahan perseketuan. Negara ini di pisahkan kedalam dua kawasan Malaysia Barat dan Malaysian Timur. Sebelum terbentuknya negara Malaysia pada tahun 1963, dijazirah malaysia berdiri beberapa negara kecil terbentuk kesultanan, mereka bergabung kedalam persekutan tanah melayu yang berada di bawah kekuasaan Inggris.[1]

Sejak saat itu Semenajung melayu berubah menjadi pusat rumah Bordil di Asia Tenggara ketika bangsa Eropa mulai perdagangan mereka melewati Selat Malaka. Banyak kerajjan awl berdiri pada abad ke 45 berasal dari pelabuhan, termaksuk Langkasuka dan Lembah Bujangkau di Kedah, beruas dan Gangga Negara di Perak dan pan Pan di kelantan - Sejarah Penjajahan Inggris di Malaysia. Pada awal abad ke 5, kesultanan malaka didirikan dan kemakmuran ekonominya menarik minat besar dari Protugis, Belanda,dan Inggris.[2]

Sejarah malaysia dikatakan bermula semenjak pada zaman Kesultanan Melayu Melaka yaitu sekitar tahun 1400 masehi. Pada masa kegemilanganya, wilayah kesultanan ini meliputi sebagian besar semenanjung dan pantai timur sumatra. Melaka muncul sebagai sebuah kerajjan gemilang karena kedudukanya yang strategi yaitu titik pertemuan antara Asia Timur dengan Asia Barat.

Keadaan ini membolehkan melaka muncul sebagi pusat prdagangan utama khususnya bagi perdagangan remapah di Asia tenggara. Pada tahun 1511, melaka jatuh ketangan protugis dan bermula dari pada tahun inilah tanah melayu berada dalam era penjajahan, selepas itu tanah melayu jatuh ketangan belanda pada tahun 1641 dan akhirnya jatuh pula ketangan Britania pada tahun 1924 melalui perjanjaian Inggris-Belanda. Perjanjian Britania merupakan penjajahan yang paling lama.[3]

Britinia Raya atau inggrs mendirikan kolonial pertamanya di Semenanjung malaya pada Tahun 1786, dengan penyewaan pulau penang kepada perusahaan india timur britinia oleh sultan kedah. Pada tahun 1824, Britinia Rya menguasai Melaka setelah menandai tanganainya Traktak London atau perjanjian Britinia-Belanda pada tahun 1824 yang membagi kepemilikan Nusantara kepada Britania dan Belanda. Malay untuk Britania dan Indonesia untuk Belanda. [1]

Pada tahun 1867 inggris menjadi semakin agresif dan mulai menghasut para raja kerajaan melayu,akibat perang saudara dan gangguan persatuan antar China,Inggris dipilih untuk menyelesaikan masalah-masalah penduduk negeri selat. Akhirnya, perjanjain pangkor ditanda tangani dan mengakibatkan perluasaan kekusaan inggris ke negeri-negeri melayu yaitu perak,pahang, selangor dan negeri sembilan yang juga dikenal sebagai negeri-negeri bersekutu. Negeri-negeri lain yang dikenali sebai nehgeri-negeri tak bersekutu lagi ialah perlis,kedah,kelantan dan terenganu yang berAda di bawah kekuasaan Thiland. [2]

Dan penjajhan Inggris pun dimalaysia dimulai pada abad ke-18,ketika inggris mencoba mengambil kekuasaan dengan memperalat raja-raja Malaysia. Kekuasaan inggris ditandai dengan dikuasainya Pulau Penang pada tahun 1789. Inggris terus melakukan politik adu domba guna meperluas kekusaannya. Politik ini telah mengakibat bebrapa perang antar raja-raj kecil disana. Perang Pening adalah salah satu kelicikan Inggris sebagai upaya perluasan kekuasaan wilayahnya. Tidak hanya mengadu domba antar raja, Inggris juga melakukan adu domba dlik perebutan tahtaikalangan istana Raja,hingga menimbulkan konflik antardidaera raja ismail yang merupakan sultan di daerah Perak dengan raja Abdullah. Pada upaya adu domab ini, inggis berhasil menempatkan sseorang residennya di daerah pangkor pada tahun 1874.[4]

Dan akhirnya kemerdekaan dicapai pada 31 agustus 1947 dengan nama Fedrasi Malaya. Singapura yang masih berda di bawah kekuasaan britania raya, pada saat itu karena letaknya yang strategis. Pada tanggal 16 september 1963, federasi Malaya bersama-sama dengan kolonial mahkota Britania yaitu Sabah,Serawak, dan Sinagpura, memebentuk Malaysia.[2]

Meski telah mendapatkan kemerdekaanya dari inggris 1947,penagruh politik Inggris masi terasa di malaysia. Pengaruh sekuralisme di masa di penjajahan telah menjadikan rakyat malaysia inn mulai individulis dan mulai mengenal liberal. Tidak hanya itu mereka juga menganut sistem hidup hedonisme.[4]

Pada dasarnya modernisme yang diterapakan Inggris di Malaysia langsung menyentuh agama karena justru agamalah yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Inggris menggunakan konsep neutral yang berarti tidak ikut campur tangan. Akan tetapi, pada dasarnya konsep yang diterapkan oleh Inggris tersebut berarti menghambat keberlanjutan proses Islamisasi (de-Islamisasi) dan memperlancar proses Kristenisasi. Inggris menerapkan konsep tersebut pada perundangan, pendidikan, dan sosial-budaya.

Dalam bidang perundangan, tindakan Inggris dimalai pada Perjanjian Pangkor 1874. Inggris tidak menjalankan isi dari perjanjian tersebut secara semestinya. Perjanjian tersebut mengisyaratkan bahwa kekuasaan raja terbatas pada agama dan adat saja, sedangkan berbagai aspek kehidupan lainnya berada dibawah kekuasaan residen. Dalam kenyataannya, inggris masih ikut campur tangan dalam urusan agama yang sebenarnya merupakan hak raja. Inggris turun langsung dalam kerja para komite yang mengurusi masalah agama.

Inggris mengesahkan Mohammedan Marriage Ordinances yang merupakan undang-undang perkawinan dengan menyempitkan peran Islam didalamnya pada 1880 bagi Negeri-Negeri Selat. Undang-undang tersebut kemudian diperluas cakupan wilayahnya bagi Negeri-Negeri Melayu Bersekutu pada 1900 yang ditandai dengan disahkannya Mohammedan Marriage Ordinances and Divorce Registration Enactment 1900. Berlakunya undang-undang tersebut sekali lagi diperluas untuk Negeri-Negeri Melayu Tidak Bersekutu setelah ditandatanganinya Perjanjian Inggris-Siam 1909.

Perundangan yang diterapkan Inggris semakin mengalami perkembangan. Hal ini ditunjukkan dengan disahkannyaMohammedan Laws Enactment 1904 dan Mohammedan Offences Bill pada 1938. Didalam peraturan tersebut terdapat hukuman bagi orang-orang yang melakukan kesalahan. Berbagai hal dapat dijadikan seseorang memperolah sebuah hukuman. Diantaranya adalah tidak menunaikan Sholat Jum'at, makan di tempat umum pada bulan Ramadhan, minum arak di tempat umum, berzina dengan sesama muslim, mengajar tanpa izin resmi dari petinggi bidang keagamaan, dan mencetak kitab tanpa seizin pihak berkuasa. Undang-undang tersebut semakin diperluas secara bertahap untuk Negeri-Negeri Melayu Tidak Bersekutu. Inggris juga mengatur sistem wakaf, haji, maupun zakat.

Warisan perundangan Inggris tersebut masih tetap dipertahankan. Peran Islam dalam perundangan sering dipinggirkan. Salah satu bukti bahwa warisan penjajah tersebut masih tetap dipertahankan adalah Akta Undang-Undang Sipil yang pada 1956 yang merujuk kepada common Law of England. Undang-undang ini menjadi penghalang utama bagi pelaksanaan undang-undang Islam di Malaysia - Pengaruh Penjajahan Inggris di Malaysia. Selama undang-undang tersebut berlaku, undang-undang Islam pun tidak dapat dilaksanakan.

Bidang pendidikan juga tidak luput dari perhatian dan pengaruh dari pihak penjajah. Sekularisasi juga diterapkan dibidang ini. Pelajaran tentang ilmu-ilmu Islam sebisa mungkin direduksi oleh penjajah. Raffles menjadi tokoh penting dalam kebijakan ini. Pelajaran Al-qur'an secara bertahap mulai dikurangi keberadaannya. Hal tersebut menimbulkan pertentangan tersendiri dikalangan masyarakat. Penjajah mengangkat Pengawas Sekolah-sekolah Melayu di Negeri-negeri Selat yang menyebabkan masyarakat enggan memasukkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah Melayu atau Inggris karena dianggap kafir. Demi menggalakkan anak-anak Melayu agar tetap bersekolah, pihak penjajah memasukkan pelajaran Al-Qur'an dengan beberapa syarat. Pelajaran Al-Qur'an harus dipisahkan dari pelajaran bahasa Melayu dan diajarkan pada siang hari selepas pelajaran bahasa Melayu. Bukan hanya itu saja, gaji guru Al-Qur'an harus dibayar oleh orang tua murid sendiri.

Politik yang dijalankan penjajah tersebut tidak menghalangi para orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah Melayu. Walaupun dilaksanakan di siang hari dan tanpa gaji dari pemerintah, mereka tetap setuju asalkan pelajaran Al-Qur'an masih merupakan pelajaran di sekolah. Akan tetapi, dalam perkembangannya sistem ini mulai dihapuskan. Winstedt yang berkedudukan sebagai Penolong Pengarah Pelajaran mengusulkan agar kelas Al-Qur'an dihapuskan. Menurutnya, kedudukan pelajaran Al-Qur'an sebagai pendorong orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah Melayu sudah tidak penting lagi. Pelajaran Al-Qur'an mengalami pengasingan dari pelajaran yang lainnya. Nilai pelajaran ini tidak dicampurkan dengan pelajaran lain. Dalam ijazah, nilai pelajaran Al-Qur'an juga tidak diikutsertakan. Hanya diberikan sebuah sertifikat untuk menandai berhasil atau tidaknya pelajarn ini.

Hanya terdapat sedikit perkembangan terhadap pelajaran Al-Qur'an. Hal tersebut terjadi pada dekade terakhir dari masa penjajahan. Perkembangan positif ini diawali dengan dibangunnya Sekolah Tinggi Islam di Kelang. Dibentuk juga sebuah panitia untuk mendirikan Sekolah Tinggi Islam Malaya atas inisiatif dari Persekutuan Seruan Islam Se-Malaya dan pada 25 Februari 1955 pembangunan dimulai. Sebenarnya Barnes yang juga bergabung dengan kaum penjajah telah mengusulkan untuk memasukkan pelajaran Islam dengan pelajaran lain. Namun usul tersebut hanya terbatas pada sebuah laporan yang tidak mendapatkan tanggapan dari pihak penjajah sendiri.

Berbeda halnya dengan agama Islam yang mendapatkan tekanan dari kaum penjajah, agama Kristen mengalami hal yan sebaliknya. Telah disebutkan bahwa salah satu tujuan kedatangan bangsa barat adalah untuk menyebarkan ajaran agama (gospel) yang dianutnya. Pihak penjajah menyokong kegiatan penyebaran Kristen disana. Pihak penjajah tidak menjadikan orang-orang Melayu Islam sebagai sasaran, tetapi orang-orang yang bukan beragama Islam. Orang-orang Islam tetap saja merasakan akibat tidak langsung dari kegiatan tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya segelintir orang Melayu yang menjadi Kristen. Akan tetapi, sama halnya dengan agama Islam, agama Kristen juga tidak diperbolehkan mengganggu urusan politik.

Gerakan Kristenisasi di Malaysia sebenarnya telah dimulai sejak masa penjajahan Portugis. Sebagai bukti telah dibangun 19 buah gereja, chapel, dan cathedral dengan penganut 20.000 orang, walaupun pada saat itu bukan Kristen melainkan agama Katholik yang disebarkan. Dengan kejatuhan Portugis atas Belanda, hal ini mengancam keberadaan agama Katholik. Benar saja, gereja-gereja Katholik diubah menjadi gereja Protestan walaupun Belanda sendiri kurang begitu giat dalam usaha penyebaran tersebut.

Pesatnya kemajuan Kristenisasi dilakukan oleh Inggris pada abad ke-18. Inggris melakukan berbagai cara guna memudahkan ambisinya tersebut. Terdapat berbagai organisasi Kristen dengan mahzab-mahzab tertentu yang berusaha menyebarkan Kristen secara lisan. Para Missionaris mengunjungi orang atau tempat-tempat tertentu. Pemerintah jajahan mendirikan de la Salle Brothers dan Sisters of the Holy Infant Jesus yang merupakan badan missionaris sekaligus organisasi pendidikan dan perguruan. Salah satu badan Kristen yang terpenting adalah London Missionary Society.

Usaha para missionaris dalam menjalankan kegiatannya dilakukan dengan cara menerbitkan dan menyebarkan risalah-risalah Kristen dalam berbagai bahasa. Cara ini juga disebut silent missionary. Kitab Injil mulai diterjemahkan kedalam bahasa Melayu dan diterbitkan. Selain itu, Old Testament (perjanjian lama) juga diterbitkan oleh Shellaber pada 1909.

Sarana utama penyebaran agama Kristen sebenarnya terletak pada bidang pendidikan jika dibandingkan dengan bidang lainnya seperti sosial dan ekonomi. Hal tersebut terjadi seiring dengan perkembangan pendidikan sekular Inggris sendiri. Banyak didirikan badan Kristen, antara lain adalah London Missionary Society, American Board of Commisioners for Foreign Missions, dan The Episcopal and Methodist Missionary. Dengan didirikannya berbagai sekolah missionari tersebut, langkah Kristenisasi semakin mudah. Mereka tidak perlu bersusah payah mengunjungi masyarakat yang akan dipengaruhi.

Bidang sosial juga dimanfaatkan para missionaris untuk menyebarkan ajaran Kristen. Mereka mendirikan rumah-rumah yatim seperti St. Francis Xavier's Orphanage di Pinang dan St. Francis Orphanage di Malaka. Pusat-pusat kesehatan dan rumah sakit juga didirikan. Pada 1911 misalnya telah berdiri Medical Missions di Malaka yang berhasil mendirikan pusat-pusat pengobatan dan klinik kesehatan. Salah satu yang terkenal adalah Rumah Sakit Lady Templer di Cheras dan Rumah Sakit Assunta di Petaling Jaya. Dengan jalan tersebut misi yang merekan jalankan seakan memperolah jalan yang semakin mudah untuk dilalui.

Para missionaris dapat dikatakan cukup jeli dalam memanfaatkan celah untuk melakukan kegiatannya. Bidang ekonomi juga dijadikan sarana untuk menyebarkan ajaran Kristen. Hal ini terlihat terutama pada bidang pertanian. Kegiatan mereka dalam hal ini bertumpu kepada kaum India dan Melayu. Berdiri sebuah badan yang bernama London Missionary Societyyang membuka lahan-lahan pertanian baru walaupun kurang berhasil.

Modernisasi yang dilakukan oleh kaum penjajah mengakibatkan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat semakin bersifat sekuler. Terjadi perubahan-perubahan nilai menuju ke hal-hal yang bersifat individualisme, liberalisme, dan hedonisme. Sifat-sifat tersebut mulai melahirkan berbagai penyakit masyarakat. Misalnya saja individualisme akan menyebabkan kerenggangan dengan keluarga yang juga memudahkan seseorang untuk terjebak kedalam kemaksiatan.

Industri hiburan yang berbau sekular semakin bermunculan. Masyarakat semakin bersifat kekotaan. Budaya tersebut semakin mendorong seseorang bukan saja bersifat sekular dan kebendaan, tetapi juga mementingkan perasaan dan hawa nafsu saja. Dengan adanya berbagai hiburan, masuknya budaya barat yang sekular semakin mudah dan bercampur dengan budaya kaum Melayu yang kebanyakan beragama Islam.

Kaum penjajah dengan sikap dualismenya juga berusaha untuk menampilkan kebudayaan Melayu disamping melaksanakan modernisasi. Hal ini sebenarnya dimaksudkan oleh penjajah sebagai sarana untuk mengalihkan perhatian umat Islam agar tidak menggali nilai-nilai lama Islam. Tentu nilai-nilai pra-Islamlah yang akan mereka kenang. Dengan demikian mereka sedikit demi sedikit akan terlepas dari akar tradisi Islam.

Berbagai bukti diatas menunjukkan bahwa penjajahan Inggris sangat berpengaruh terhadap kehidupan beragama di Malaysia, Sejarah dan Pengaruh Penjajahan Inggris Di Malaysia. Pada masa penjajahan, Islam semakin mendapatkan tekanan dan sebaliknya Kristen mengalami kemajuan. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dimaksudkan untuk memudahkan keinginan tersebut.

Memang agama menjadi bagian penting dari tujuan bangsa-bangsa barat untuk melakukan penjajahan di Asia Tenggara. Sikap yang selektif sebisa mungkin harus diterapkan guna menyaring kebudayaan-kebudayaan barat mana yang sesuai dengan Islam maupun yang tidak. Dengan demikian nilai-nilai Islam yang merupakan nilai yang telah melekat pada kaum Melayu tetap dapat dilestarikan.[5]

Daftar pustka
[1] Http://davidhaho.blogspot.com/2012/05/inggris-di-malaysia.html
[2] http://wikipedia.org/wiki/Sejarah_Malaysia
[3] http://pmr.penerangan.gov.my/index.php/profil-malaysia/7954-ringkasan-sejarah- malaysia.html
[4] http://www.bimbingan.org/penjajahan-malaysia.htm
[5] Abdul Rahman Haji Abdullah. Penjajahan Malaysia Cabaran dan Warisannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.

Sejarah Singkat Kemerdekaan Filipina

Sejarah Kemerdekaan Filipina - Sejarah Filipina Dari Masa Kerajaan Sampai Masa Kolonialisme Dan Kemerdekaan. Filipina adalah suatu negara yang terletak dikawasan asia tenggara, negara ini berbentuk republik yang berbatasan dengan sebelah utara malaysia dan indonesia. Filipina sering juga dinggap sebagai negara satu-satu nya yang mempunyai pengaruh kuat dari bangsa barat seperti amerika serikat dan spanyol.

Sebelum datangnya ferdinend magellan difilipina terdapat suku-suku negrito yang menjelajahi pulau-pulau filipina dan mereka nantinya digantikan oleh orang-orang Austronesia dimana kelompok-kelompok orang tersebut dapat digolongkan menjadi kelompok peramu dan pemburu, masyarakat ksatria, plutokrasi kecil, dan kerajaan maritim.dan akhirnya tumbuh menjadi kerajaan, konfederasi, dan kesultanan.negara yang prakolonial tersebet diantaranya kerajaan batuan, ceko, tondo, maysapan, maynila, konfederasi madyaas, negeri mai, dan kesultanan sulu serta manguindanao. 

Dimana negara ini berkembang diperkirakan pada abad ke 10 - Sejarah Filipina, meskipun kerajaan ini mencapai tatanan sosial dan politik yang rumit serta melakukan pedagangan dengan daerah-daerah cina, india, jepang, thailand, vietnam, dan indonesia namun tidak berhasil menyatukan kepulauan yang sekarang di kenal dengan filipina di abad ke 20.[1]

Kesultanan Sulu di Filipina
Kesultanan ini berdiri pada tahun 1450, Diamana kesultanan sulu adalah sebuah kerajaan yang bercorak muslim yang dahulunya pernah menguasai Laut Sulu di filipina selatan. Selama masa kegemilangan nya kesultanan ini telah meluaskan kekuasaan nya sampai dari Mindanao sampai ke bagian timur sabah. Sejarah kesultanan ini bermulai pada tahun 1380, seorang ulama keturunan arab , karim ul-makdum memperkenalkan islam ke Sulu, di susul kemuadia pada tahun 1390.

Raja bagindo yang berasal dari minangkabau meneruskan penyebaran islam di wilayah ini, menurut catatan sejarah raja bagindo adalah pangeran yang berasal dari minangkabau, ia tiba dikepulauan sulu sepuluh tahun setelah berhasil mendakwahkan islam di kepulauan Zamboanga dan basilan. Atas hasil kerja kerasnya juga, akhirnya kebungsuan manguindanao, raja terkenal dari manguindanao memeluk islam dari sini lah awal peradapan islam mulai di rintis, sehingga sampai akhir hayatnya raja bagindo telah mengislamkan masyarakat sulu hingga ke pulau sibutu.

Meskipun ada yang berpendapat bahwa mengenai masuknya islam datang ke kepulauan sulu, islam datang kekepulauan sulu pada abad ke-9 melalui jalur perdagangan, namun itu tidak menjadi faktor yang penting dalam sejarah sulu , filipina pada masa itu belum berbentuk negara republik filipina. Ia hanya berbentuk kepulauan rumpun melayu yang dijadikan tempat berniaga para pedagang muslim dan persinggahan para ulama gujarat, india , dan timur tengah. Dengan kondisi seperti ini juga berpengaruh terhadap sosial kultural di masyarakatnya, dan menurut data dari Peter Growing dalam muslim filipinos heritage dan horizon muslim terbagi kedalam 12 kelompok. Kota marawi dan jolo dianggap sebagai kota pusat keagamaan bagi masyarakat muslim filipina.

Namun pada tahun 1450, seorang arab dari johor yaitu syari'ful hashem syed abu bakr datang kesulu dan akhirnya menikah dengan paramisuli, putri raja bagindo , dan abu bakr ini lah yang meneruskan penyebran islam diwilayah ini setelah wafatnya raja bagindo, tahun 1457 ia menjadi raja di kesultanan sulu dengan gelar paduka maulana mahasari sharif sultan hashem abu bakr. Dan pada tahun 1703, ksultanan brunai memberikan timur sabah kepada sultan sulu atas bantuan mereka dalam menumpaskan pemberontakan di brunai , dan pada tahun yang sama juga kesultanan sulu ini memberikan pulau palawan kepada sultan Qudarat dari kesultanan manguindanao sbg hdiah perkawinan sultan kudarat dengan putri sulu dan juga sebgai hadiah persekutuan manguindanao dengan sulu. Dan sultan Qudarat kemudian menyerahkan palawan kepada spanyol. [2]

Filipina adalah negara paling maju yang terletak di asia tengara setelah terjadinya perang dunia ke II, namun sebelum itu negara filipina adalah negara yang sangat jauh tertinggal dibelakang akibat pertumbuhan ekonomi nya yang lemah. Filipina juga pernah bersengketa dengan republik cina (thaiwan), republik rakyat cina, vietnam dan malaysia atas minyak dan gas alam di kepulauan Spratly dan Scarborough Shoa dan malysia atas sabah. Di filipina ada 3 minoritas terbesar asing diantaranya sebagai berikut: Tonghoa, Ameriaka, dan Asia Selatan. Sisanya adalah orang-orang eropa, arab, indonesia, korea, dan jepang, dan orang-orang meztizo adalah orang yang minoritas di sana.

Bicara tentang negara filipina,bahwa sejarah awal berdirinya negara filipina dari peninggalan tertulis filipina dimulai sekitar abad ke-8 berdasarkan temuan lempeng tembaga di dekat manila, Sejarah Singkat Filipina. Dari lempeng itu tertulis bahwa filipina berada dalam pengaruh sriwijaya,namun karena sedikitnya sumber-sumber sejarah dan ahli sejarah beranggapan sejarah filipina dimulai pada era kolonialisme, dian sebelum spanyol datang pada abad ke 16 di filipina telah berdiri kerajaan-kerajaan kecil yang bercorak animisme yang terpengaruh sedikit kebudayaan india dan yang bercorak islam di bagian selatan kepulauan, dimana kerajan islam ini mendapatkan pengaruh yang kuat dari kerajaan malaka. [3]

Zaman kolonialisme filipina 
Setelah beranjak dari zaman kerajaan filipina memasuki zaman kolonialisme, masa kolonialisme filipina diawali oleh kedatangan bangsa spanyol difilipina, spanyol datang ke filipina karena filipina melanggar perjanjiannya dengan portugis, dimana perjanjiannya yaitu perjanjian saragosa. Penjajahan dan pemukiman spanyol dimulai dari kedatangan ekspedisi Miguel Lopez de Legazpi pada tahun 1565 yang mendirikan pemukiaman San Miguel di pulau cebu. Banyak lagi pemukimannya di utara sampai dengan teluk manila dipulau luzon pada tahun 1571.

Di filipina pemerintahan spanyol berusaha melakukan pencapaian politik seluruh kepulauan ,yang sebelum nya negara filipina terdiri dari berbagai kerajaan dan komoditas merdeka , namun tidak berhasil. Puncak dari spanyol berhasil menguasai manila pada tahun 1571 spanyol menguasai sekaligus memilih gubernur sendiri di manila itu. Di manila pada masa itu selain spanyol yang mendoninasi bangsa keturunan china juga banyak berdominasi sehingga terjadi kerusuhan yang disebut dengan Anti Cina, namun kerusuhan ini berhasil diatasi oleh Spanyol.

Semasa di filipina spanyol juga melakukan serangan ke maluku yang semasa itu maluku dalam kekuasaan belanda diindonesia , namun serangan itu mengalami kegagalan , dengan kegagalan ini lah sisitem perekonomian di filipina menjadi memburuk sehingga untuk menghadapi masalah ekonomian ini spanyol memberlakukan sistem kolo(kerja paksa) dan fandala (wajib menjual semua hasil pertanian kepada spanyol). 

Dimana dalam sistem kerja paksa ini semua anak laki-laki diwajibkan bekerja untuk kepentingan spanyol kecuali anak sulung. Bukan hanya itu Sedangkan sistem pertanahan pun diatur oleh orang-orang spanyol seperti halnya bahwa tanah itu hanya diperuntukan untuk pemuka agama seperti pendeta dan pemuka agama lainnya dimana pendeta dan pemuka agama lainnya merupakan orang-orang spanyol, tanah yang diberikan kepada pemuka agama tersebut wajib di tanami oleh pribumi dimana para pekerjanya adalah orang-orang pribumi, dan tanah yang ditanami tadi hasilnya nanti untuk kepentingan spanyol.

Bukan hanya itu spanyol juga menyerang muslim sulu, mangindanao, dan maniland dengan secara fanatisme dan keganasan sama seperti mereka memberlakukan muslim di negara mereka. Raja phiip yang nama nya kemudian dujadikan nama-nama pulau ini memerintah staf angkatan lautnya untuk menaklukan pulau-pulau di filipina dan mengganti agama nya menjadi agama kristen katolik, orang muslim di filipina disebut juga orang Moro, moro adalah pemberian dari spanyol atas muslim filipina. 

Negara muslim manilad adalah korban pertama dari serrangan kolonial spanyol ini. Namun muslim yang lain nya menggorganisasikan diri di selatan di pulau-pulau palawa, sulu, mindanao. Dan akhirnya pulau-pulau ini menjadi bagian dari persatuan muslim merdeka sulu. Spanyol tidak pernah dapat menaklukan negara ini walaupun dalam keadaan perang terus menerus dan harus mengakui kemerdekaan nya.

Filipina tidak begitu lama dikuasai oleh spanyol karena amerika serikat pada tahun 1896 yang dibawah pimpinan presiden Mc Kinely berhasil menaklukan jajahan spanyol ini dan kemudian filipina diserahkan oleh spanyol kepada amerika serikat pada tahun 1899 dalam perjajanjian paris setelah perang spanyol amerika, tetapi muslim sulu melawan. Namun akhirnya sulu jatuh ketangan non muslim. Dan pada tanggal 11 maret 1915 raja (sultan) muslim dipaksa turun tahta, 1940 amerika menghapuskan kesultanan sulu dan menggabungkan bangsa moro ke filipina. 

Dalam menumpas spanyol amerika mendapat bantuan dari bangasa pribumi filipina sendiri, dengan berakhirnya spayo bukan berarti filipina terbebas dari cengkraman kaum imprealis, itu karena ada nya amerika yang tadi nya memberi bantuan ingin juga menjajah filipina (Sejarah Singkat Kemerdekaan Filipina), dan akhirnya terjadi pemberontakan dan perlawanan, namun perjuangan filipina sia-sia dan presiden filipina Emilio Aguinaldo di tangkap dan tahun 1935 amerika memberikan status persemakmuran kepada filipina. Namun sebelum filipina merdeka di filipina banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan dan gerakan-gerakan seperti:
  1. pemberontakan Tayabas dalah pemberontakan paderi-paderi filipina melawan paderi-paderi spanyol.
  2. pemberontakan Cavite adalah pemberontakan yang bercorak nasionalisme pada tahun 1872, pemberontakan ini terjadi di gudang senjata di civite.
  3. gerakan pelajar filipina melawan spanyol tahun l182, diman agerakan ini disalurkan melalui Akhbar La Solidaridad.

Dengan pemberontakan dan gerakan di atas maka itulah yang menyebabkan munculnya gerakan nasionalisme pertama kali di filipina, dan pada 12 juni 1898 filipina dapat memproklamirkan kemerdekaan nya dan dapat menumpaskan penjajahan spanyol.[4]

Daftar Pustaka :
[1] Hartono rudi.sang penjelajah dunia.pekanbaru.republika
[2] http://ms.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Sulu
[3] http://www.catatansejarah.com/2012/10/sejarah-awal-berdiri-negara-filipina.html
[4]http://wwwputriapsari-cepuk.blogspot.com/2012/03/bahan-ajar-berbasis

Sejarah Brunei Darussalam, Kesultanan Brunei

Sejarah Singkat Kesultanan Brunei Darussalam - Sebelum mengalami penjajahan, Brunei merupakan sebuah kerajaan yang sangat besar. Wilayahnya mencakup bagian utara Kalimantan hingga Filipina bagian selatan. Brunei tumbuh sebagai kerajaan yang sangat kuat dan mengalami kejayaan pada abad keempat belas hingga abad keenam belas. Sayangnya, puncak kejayaan tersebut tidak dapat berlangsung lama karena adanya pengaruh kebudayaan dari bangsa Eropa. Pengaruh budaya tersebut secara tidak langsung telah mengikis rasa kebangsaan di dalam diri masyarakat Brunei saat itu, akibatnya banyak terjadi perpecahan di tingkat regional.

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh para penjajah untuk menyerang Brunei dan menjadikannya sebagai daerah koloni. Awalnya, Burnei memang cukup tangguh dalam menghadapi para penjajah tersebut. Serangan Spanyol ke kawasan tersebut berhasil dipatahkan oleh pasukan Brunei, namun kondisi internal Brunei yang semakin carut marut membuatnya menjadi rapuh. Banyaknya perselisihan antar para bangsawan, perebutan kekuasaan hingga pembagian wilayah untuk para pangeran membuat kerajaan tersebut mudah untuk dipecah belah.

Kondisi tersebut diperparah dengan hilangnya sebagian kekuasaan Brunei yang diakibatkan oleh pengkhianatan Rajah Putih dari Sarawak. Brunei menjadi semakin mengecil dan memisah menjadi dua bagian. Kekuasaannya pun tak lagi berlangsung lama, Brunei akhirnya takluk ditangan Inggris. Wilayah yang tadinya seluas Kalimantan Utara dan Filipina Selatan, kini menjadi kecil mungil sebagaimana yang ada saat ini.

Tulisan ini akan membahas tentang sejarah keberadaan Kesultanan Brunei atau yang biasa dikenal dengan nama Brunei Darussalam. Untuk memudahkan dalam pembahasan, tulisan ini akan membagi sejarah Brunei kedalam tiga bagian; (1) Era Pra-Kesultanan (Sebelum Abad ke-14), (2) Era Kesultanan Brunei (1370-1843), dan (3) Era Penjajahan Inggris (1847-1984).

Era Pra-Kesultanan (sebelum abad ke- 14)
Sejarah Brunei sebelum era kesultanan tidak banyak diketahui. Hal ini terjadi mengingat minimnya informasi dan bukti-bukti sejarah yang menceritakan terkait masalah kehidupan dan kondisi pemerintahan di Brunei saat itu. Banyak ahli sejarah yang menyakini bahwa sebelum era kesultanan yang ada saat ini, Brunei telah memiliki suatu sistem pemerintahan tersendiri.

Kerajaan Vijayapura
Keyakinan ini didasari oleh berbagai sumber dari kerajaan China dan Nusantara yang menyebutkan bahwa pada masa itu telah ada sebuah kerajaan yang mengelola kawasan Brunei. Sumber dari kerajaan Sriwijaya menyebutkan bahwa pada abad ke-7 di bagian barat laut Kalimantan terdapat sebuah kerajaan yang bernama Vijayapura. Kerajaan Vijayapura ini berhasil ditaklukkan dibawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya yang berlokasi di pulau Sumatera. Namun bukti arkeologi menunjukkan bahwa kerajaan tersebut berada dibawah pengaruh kerajaan China, ini diperlihatkan dari penemuan koin logam China yang terbit pada abad ketujuh di sekitar Brunei.

Kerajaan Po-ni
Sumber kuno lain menyebutkan bahwa pada abad ke-10, kawasan tersebut dikuasai oleh sebuah kerajaan yang bernama Po-ni. Kerajaan Po-ni ini telah melakukan kontak dengan Dinasti Song yang ada di China dan beberapa kali melakukan hubungan dagang dengan Dinasti Song. Teks sejarah dari Dinasti Song dan bukti arkeologi menunjukkan bahwa kerajaan Po-ni sangat dipengaruhi oleh peradaban Hindu seperti yang ditularkan oleh kerajaan Hindu yang terletak di pulau Jawa dan Sumatera. Sistem penulisan yang digunakan menganut naskah Hindu Jawa dan Sumatera, bukan Hindu India. Ini menunjukkan bahwa kerajaan Po-ni tidak memiliki hubungan yang erat dengan kerajaan India.

Selanjutnya, dalam kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Prapanca pada tahun 1365 menyebutkan bahwa kerajaan tersebut takluk dibawah kerajaan Majapahit.[1] Dalam versi Negarakertagama, kerajaan yang ditaklukkan oleh Majapahit tersebut bernama Berune. Namun diperkirakan bahwa penaklukan yang dilakukan oleh Majapahit tersebut tidak lebih dari hubungan simbolis. Disebutkan bahwa setiap tahunnya, kerajaan Berune mengirimkan minuman yang terbuat dari buah pinang sebagai upeti kepada kerajaan Majapahit.

Hubungan kerajaan Po-ni dengan kawasan lain juga semakin berkembang. Pada tahun 1370-an, kerajaan ini menjalin hubungan dengan Dinasti Ming yang ada di China, Sejarah Kesultanan Brunei. Hubungan kedua kerajaan diperkirakan sangat akrab, hal ini diperlihatkan dengan adanya kunjungan penguasa Po-ni, Ma-na-jih-chia-na ke ibukota Nanjing pada tahun 1408 dan meninggal dunia disana. Sejak saat itu kehidupan kerajaan Po-ni tidak banyak diketahui karena pada tahun 1424, Kaisar Hongxi dari Dinasti Ming menghentikan program maritimnya sehingga sejak saat itu tidak ada lagi catatan terkait kerajaan Po-ni.

Era Kesultanan brunei (1370-1843)
Diceritakan bahwa menjelang kehancuran Dinasti Yuan, China mengalami kekacauan yang sangat parah. Kondisi ini memaksa banyak orang China melarikan diri. Orang-orang yang tinggal di sepanjang pesisir Fujian juga turut melarikan diri dengan dipimpin oleh Ong Sum Ping. Mereka melarikan diri ke arah timur Kalimantan dan masuk ke salah satu sungai disana. Saat itu sempat terjadi kecelakaan yang membuat salah seorang anggota kehilangan lengannya. Konon, orang-orang Melayu yang tinggal disekitar sungai melihatnya dan akhirnya menamai sungai tersebut dengan nama Kinabatangan karena menjadi lokasi hilangnya lengan salah seorang anggota tersebut.

Ong Sum Ping dan para pelarian lainnya mulai mendirikan pemukiman dan membangun di sekitar sungai Kinabatangan. Ternyata pembangunan yang dilakukan oleh Ong Sum Ping memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan disana. Kawasan tersebut mengalami peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan. Kondisi ini membuat Ong Sum Ping diangkat sebagai pemimpin di kawasan tersebut. Orang Melayu memberinya gelar sebagai Raja sedangkan orang China memberinya gelar "Chung Ping" yang berarti Jenderal.

Sultan Muhammad Shah
Kawasan tersebut awalnya dikuasai oleh Kesultanan Brunei, namun karena adanya invasi dari Kesultanan Sulu, kawasan tersebut menjadi tidak terurus. Kekuasaan Kesultanan Brunei pun hanya terbatas pada bagian utara Kinabatangan, sementara kawasan lainnya tidak dapat dikontrol karena adanya perebutan kekuasaan diantara sesama penduduk melayu lokal. Keberhasilan Ong Sum Ping tersebut membuat Sultan Brunei, Muhammad Shah yang saat itu baru naik tahta menjadi tertarik untuk menyatukan kekuasaan dengan Ong Ping.

Penyatuan kekuasaan tersebut ditandai dengan pernikahan antara Putri Sultan dengan Ong Sum Ping. Pernikahan tersebut membuat Ong Sum Ping mendapat gelar Maharaja Lela. Selain itu, Muhammad Shah juga menikahkan saudaranya, Sultan Ahmad dengan adik perempuan Ong Sum Ping yang kemudian mendapat gelar Putri Kinabatangan. Kedua pernikahan ini memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan Kesultanan Brunei.

Dengan bantuan Ong Sum Ping dan militer China, Kesultanan Brunei berhasil mengusir invasi dari Kesultanan Sulu dan terhindar dari kehancuran total. Pengaruh Ong Sum Ping di Brunei ternyata sangat besar da berdampak pada pertumbuhan China di Brunei. Hampir di setiap kota dan desa di Brunei telah dibangun perkampungan China dan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan disana. Salah satu kota peninggalan China yang masih ada saat ini adalah keberadaan kota Kinabalu yang menjadi sentra pemukiman China.

Sultan Abdul Majid Hassan dan Sultan Ahmad
Pada tahun 1402, Sultan Muhammad Shah meninggal dunia dan digantikan oleh anaknya, Sultan Abdul Majid Hassan. Adapun Ong Sum Ping diangkat sebagai Bupati. Namun pemerintahan Abdul Majid Hassan ternyata tidak berlangsung lama. Pada tahun 1406, Sultan Abdul Majid Hassan meninggal dunia. Pasca kepergiannnya, Brunei mengalami kebuntuan politik dan vacum of power selama dua tahun. Pada masa ini terjadi perebutan kekuasaan diantara para bangsawan dan dimenangi oleh Sultan Ahmad, saudara Sultan Muhammad Shah yang juga adik ipar Ong Sum Ping.

Pada masa ini, Ong Sum Ping telah memasuki usia lanjut. Dia mengirimkan seorang diplomat dan dikawal oleh pasukan menuju ke China untuk memberitahu kepada Kaisar Yong Le dari Dinasti Ming tentang kondisi Brunei dan rencana kepulangan Ong Sum Ping ke China. Kaisar Yong Le senang dan melakukan penyambutan besar atas kedatangannya. Ong Sum Ping akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di China. Kekuasaan Ong Sum Ping di Brunei dilanjutkan oleh anaknya, Awang. Dia berhasil menjalankan kekuasaan politik dengan baik dan memiliki legitimasi yang kuat karena membawa nama besar ayahnya. Cerita tentang Awang selanjutnya tidak banyak diketahui.

Begitu besarnya peran Ong Sum Ping terhadap Brunei membuat banyak masyarakat Brunei yang mempercayai bahwa Ong Sum Ping merupakan salah satu pendiri Kesultanan Brunei. Namun pandangan tersebut tidak disepakati oleh kalangan Kesultanan karena Sultan menganut asas Melayu, Islam dan Beraja. Meskipun demikian - Sejarah Brunei Darussalam, Kesultanan Brunei, Kesultanan masih sangat menghormati Ong Sum Ping. Hal ini ditunjukkan dengan pemberian nama jalan Ong Sum Ping di Ibukota Bandar Seri Begawan dan pembuatan museum yang berisi artefak Ong Sum Ping.

Sultan Syarif Ali
Kembali ke masalah Kesultanan. Sementara itu, Sultan Ahmad menikahkan putrinya dengan Sultan Syarif Ali, seorang pria yang berasal dari Semenanjung Arab dan masih termasuk kerabat Nabi Muhammad. Sultan Syarif Ali inilah yang akhirnya menjadi Sultan setelah Sultan Ahmad.

Dibawah kepemimpinan Sultan Syarif Ali, Brunei mengalami kemajuan yang sangat baik. Kesultanan Brunei mulai melakukan ekspansi secara bertahap dan melakukan perluasan pengaruh ke beberapa negara. Kemajuan Brunei semakin pesat dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511. Sistem monopoli yang diterapkan oleh Portugis membuat sebagian besar pedagang mengalihkan perdagangannya ke pelabuhan Brunei. Banyaknya pedagang muslim yang masuk ke Brunei membuat pertumbuhan Islam di Brunei berlagsung dengan sangat cepat.

Satu hal yang penting untuk dicatat adalah Kesultanan Brunei menganut sistem Thalassocracy, sebuah sistem dimana fungsi Kesultanan bukanlah untuk mengendalikan kepemilikan tanah tetapi mengendalikan perdagangan. Masyarakat menganut sistem hierarkis dimana Sultan sebagai pucuk pemimpinnya. Kekuasaan Sultan terbatas dan diawasi oleh sebuah Dewan yang memiliki fungsi mengatur dan mengadakan suksesi Sultan.

Sultan Bolkiah
Kesultanan Brunei mengalami kejayaan pada masa Sultan Bolkiah. Pada masa ini kekuasaan Brunei semakin meluas dari Serawak, Sabah, Kepulauan Sulu hingga ujung barat laut Kalimantan. Pengaruh Sultan juga menyebar hingga ke Filipina dan memasukkan Teluk Manila kedalam koloninya. Selain itu Sultan juga menjalin hubungan yang baik dengan Raja di Jawa dan Malaka. Kemakmuran ini dinikmati oleh semua rakyat Brunei, hampir semua rakyat memiliki rumah kayu yang berdiri diatas air, sebuah simbol kehidupan megah pada masa itu.

Pada tahun 1521, Antonio Pigafetta, seorang navigator dalam ekspedisi Ferdinand Magellan menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Brunei. Dalam perjalanannya, Pigafetta menggambarkan Brunei sebagai sebuah kota yang sangat menakjubkan. Setiap tamu besar yang akan bertemu dengan Sultan selalu diantar menggunakan Gajah dengan tempat duduk yang berlapiskan kain sutra. Penduduk istana menggunakan pakaian yang terbuat dari kain sutera bersulam emas, dihiasi dengan mutiara dan memiliki banyak cincin dari batu mulia.

Para pengunjung juga disuguh makanan menggunakan piring porselen, sebuah alat makan yang begitu megah pada masa itu. Istana sultan juga dikelilingi oleh tembok batu bata yang dilengkapi oleh tiang kuningan dan meriam besi. Era kemakmuran berlangsung hingga Sultan kesembilan yakni Sultan Hassan.

Setelah berakhirnya kepemimpinan Sultan Hassan, Brunei kehilangan sosok pemimpin dan mengalami penurunan. Penurunan tersebut disebabkan oleh berbagai hal. Diantaranya adalah pengaruh kekuasaan Eropa yang begitu menonjol di daerah, banyaknya terjadi perebutan kekuasaan di antara kaum bangsawan, kemunduran sistem perdagangan tradisional, serta perpecahan diantara Kesultanan di Asia Tenggara.

Hubungan dengan Portugis
Ekspedisi yang dilakukan oleh Ferdinand Magellan tersebut menjadi titik tolak dinamika hubungan antara Brunei dengan bangsa Eropa. Diantara beberapa bangsa Eropa yang menjalin hubungan dengan Brunei, dapat dikatakan bahwa Portugis merupakan satu-satunya yang tidak banyak membuat masalah.

Hubungan Brunei dengan Portugis cenderung hangat dan tidak terlalu banyak masalah, keduanya hanya fokus pada masalah perdagangan dan ekonomi. Portugis tidak terlalu banyak mencampuri urusan dalam negeri Brunei dan cenderung bersahabat dengan Sultan. Namun bukan berarti keduanya sama sekali tidak memiliki masalah. Beberapa kali tercatat insiden yang melibatkan keduanya seperti saat tahun 1536 Portugis melakukan penyerangan terhadap muslim di Maluku, Sultan marah dan melakukan pengusiran terhadap Duta Besar Portugis.

Portugis juga sempat beberapa kali bentrok dengan Brunei karena dalam beberapa peperangan, pihak Kesultanan seringkali ikut membantu musuh dalam melawan Portugis. Para pedagang Brunei juga sering dianggap melanggar perjanjian karena melakukan aktivitas perdagangan di kawasan Ligor dan Siam. Namun konflik yang terjadi diantara keduanya hanyalah berupa insiden berskala kecil dan dapat dengan cepat mereda.

Konflik dengan Spanyol
Berbeda dengan Portugis, hubungan antara Brunei dengan Spanyol cenderung sering memanas. Pada tahun 1565 terjadi insiden dan pertempuran di perairan antara Brunei dan Spanyol. Pada tahun 1571, hubungan semakin memanas ketika Spanyol berhasil merebut Manila dari tangan Brunei. Hubungan keduanya menjadi semakin keruh dan Brunei sempat memunculkan sebuah ancaman untuk melakukan penyerangan dengan menggunakan armada besar dalam rangka merebut kembali kota tersebut.

Namun karena pertimbangan politis dan berbagai pertimbangan lainnya, penyerangan tersebut batal untuk dilaksanakan dan Manila dibiarkan untuk jatuh ke tangan Spanyol.[2] Pada tahun 1578, hubungan keduanya kembali memburuk karena Spanyol mengambil Kesultanan Sulu dari Brunei. Tak hanya itu, Spanyol bahkan juga melakukan penyerangan terhadap Kesultanan Brunei.

Spanyol menuntut Brunei untuk tidak menyebarkan dakwah Islam di Filipina karena dianggap mengganggu kegiatan missionaris dalam menyebarkan ajaran Kristen.[3] Selain itu Spanyol juga menuntut Brunei agar membuka diri terhadap para missionaris di kawasan tersebut. Sayangnya upaya Spanyol untuk menduduki kawasan Brunei tidak membuahkan hasil karena negeri itu sedang dilanda oleh penyakit disentri dan kolera.

Kedua penyakit tersebut membuat Spanyol mengalami kerugian besar dan akhirnya meninggalkan Brunei dan mundur kembali ke Manila pada tanggal 26 Juni 1578.[4] Spanyol begitu kuat dalam menghadapi senjata tetapi lemah dalam menghadapi penyakit, pendudukan atas Brunei pun akhirnya hanya bertahan selama 72 hari.[5] Kerugian yang diderita oleh Brunei akibat pertempuran tersebut tidak terlalu besar karena tidak lama kemudian Kesultanan Sulu berhasil direbut kembali oleh Brunei, namun sayangnya Brunei juga harus kehilangan Luzon yang biasa menjadi tempat pijakan karena direbut oleh Spanyol.

Era Penjajahan Inggris (1847-1984)
Kekalahan Brunei dalam melawan Spanyol membawa petaka bagi kondisi dalam negeri Brunei. Perpecahan antar daerah sudah tidak dapat dihindarkan lagi, banyak daerah yang menggunakan momentum tersebut untuk melakukan pemberontakan dan menuntut kemerdekaan dari Brunei. Namun karena Kesultanan memiliki sikap yang sangat adil terhadap rakyatnya, pemberontakan pun dapat diredam dengan cukup mudah.

Namun pertahanan Brunei akhirnya jebol juga. Tiga abad kemudian, perpecahan dan pemberontakan kembali terjadi di tanah Brunei. Pemberontakan yang cukup terkenal terjadi pada masa Sultan Omar Ali Saifuddin II. Tepatnya pada tahun 1839 terjadi pemberontakan di Serawak, pemberontakan ini cukup merepotkan Kesultanan namun atas bantuan James Brooke, pemberontakan akhirnya berhasil dipadamkan.

Atas jasanya membantu memadamkan pemberontakan, Brooke diangkat sebagai gubernur Serawak dan mendapat gelar "Rajah Putih". Namun ternyata Brooke memiliki maksud tersembunyi, sejak menjabat sebagai gubenur, wilayahnya semakin diperluas secara bertahap. Bahkan ia pernah meminta pemerintah Inggris untuk meneliti seberapa besar potensi Brooke untuk dapat menguasai Brunei, akan tetapi hasilnya mengecewakan. Rekomendasi dari pemerintah Inggris menunjukkan bahwa meskipun Brunei memiliki pemerintah yang sangat buruk, namun rakyatnya memiliki loyalitas dan identitas nasional yang sangat tinggi sehingga peluang Brooke untuk menguasai Brunei kecil.

Maksud tersembunyi ini akhirnya tercium juga oleh Sultan. Pada tahun 1843 terjadi konflik terbuka antara Brooke dan Sultan yang berakhir dengan kekalahan di pihak Brunei. Sultan akhirnya terpaksa mengakui kemerdekaan Serawak. Lepasnya Serawak membuat gerakan Inggris menjadi semakin mudah karena memiliki kawasan yang lebih strategis.

Pada tahun 1846, Brunei Town diserang oleh pasukan Inggris. Ibukota Brunei tersebut ditaklukan dengan mudah oleh pasukan Inggris. Sultan Saifuddin II pun ditangkap dan dipaksa untuk menandatangani perjanjian untuk mengakhiri pendudukan Inggris atas kota Brunei. Pada tahun yang sama, Sultan Saifuddin II kembali dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Labuan yang berisi penyerahan Labuan kepada Inggris. Pada tahun 1847, Brunei menandatangani Perjanjian Perdagangan dan Persahabatan dengan Inggris. Pada tahun 1850, Brunei menandatanganu perjanjian serupa dengan Amerika Serikat.

Wilayah kekuasaan Brunei pun semakin mengecil, sedikit demi sedikit Sultan dipaksa untuk menyerahkan wilayahnya kepada Serawak. Pada tahun 1877, Inggris juga memaksa Brunei untuk menandatangani perjanjian penyewaan lahan yang ada disebelah timur (kini bernama Sabah) kepada Perusahaan Borneo Utara milih Britania Raya. Wilayah Brunei yang awalnya begitu luas pun berubah menjadi kecil mungil akibat dikikis oleh Inggris.

Sejarah Brunei Darussalam, Kesultanan Brunei
Kesultanan Brunei/lubukgambir.wordpress.com

Kekuasaan Brunei yang sangat terbatas membuatnya menjadi sangat lemah, akibatnya Brunei menjadi negara yang lemah dan tak berdaya - Sejarah Brunei Darussalam. Kondisi tersebut membuat Sultan Hasyim Alilul Alam Aqamaddin menandatangani perjanjian degan Inggris pada tahun 1888 yang meletakkan Brunei di bawah perlindungan Inggris. Ketidakberdayaan Brunei semakin terlihat saat Sultan mengirimkan permintaan kepada pemerintah Inggris agar mengirimkan warga Inggris ke Brunei untuk membantu menjalankan pemerintahan.[6]

Permintaan tersebut baru dipenuhi pada tahun 1906, warga Inggris mulai dikirimkan untuk membangun Brunei. Sebuah kantor bea cukai dan pertanahan mulai dibangun, kepolisian Brunei juga mulai dibangun. Pada tahun 1911, Inggris juga mendirikan sekolah melayu. Kemakmuran Brunei mulai kembali terlihat sejak ditemukannya minyak di Seria pada tahun 1929.

Pembangunan di Brunei sempat terhenti saat terjadi Perang Dunia Kedua. Brunei diduduki oleh Jepang pada tahun 1941-1945. Inggris tidak mampu mempertahankan Brunei dari serangan Jepang meskipun sebenarnya Inggris masih memiliki perjanjian protektorat dengan Brunei.[7]

Daftar Pustaka

[1] http://www.ari.nus.edu.sg/article_view.asp?id=172
[2] Frankham, Steve. 2008. Footprint Borneo. Footprint Guides. Hlm. 278
[3]Ibid. Hlm. 280
[4] Atiyah, Jeremy. 2002. Rough guide to Southeast Asia. Rough Guide. Hlm. 71.
[5] Saunders, Graham E. 2002. A history of Brunei. Routledge. Hlm. 54-60.
[6] Hussainmiya, B.A. (2006) Brunei: Revival of 1906: A Popular History. Bandar Seri Begawan: Brunei Press Sdn. Bhd.
[7] Lihat:http://www.bt.com.bn/en/life/2008/06/29/brunei_under_the_japanese_occupation